Mengapa Model Fondasi AI Kini Kurang Penting bagi Startup dan Bisnis
Teknologi
Kecerdasan Buatan
14 Sep 2025
105 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Model dasar semakin dianggap sebagai komoditas dalam pengembangan aplikasi AI.
Perusahaan-perusahaan AI kini lebih fokus pada penyesuaian dan antarmuka daripada pengembangan model dasar.
Persaingan di pasar AI semakin ketat dengan munculnya banyak alternatif model dasar yang dapat digunakan oleh startup.
Perkembangan AI selama ini sangat bergantung pada model fondasi yang dilatih dengan data besar oleh perusahaan besar seperti OpenAI dan Google. Namun, keuntungan dari membangun model yang lebih besar sudah mulai berkurang dan membuat banyak startup tidak terlalu tergantung pada model dasar ini.
Saat ini, startup AI lebih fokus mengembangkan aplikasi spesifik dan menyesuaikan model yang sudah ada, ketimbang membuat model sendiri. Mereka juga dapat mengganti model di belakang layar tanpa mengganggu pengguna, yang menunjukkan bahwa model dasar sudah semakin dianggap seperti barang komoditas.
Pendekatan pre-training yang mahal dan intensif kini sudah mulai berkurang manfaatnya, sehingga pengembangan lebih mengarah ke fine-tuning, reinforcement learning, dan desain antarmuka yang khusus untuk kebutuhan bisnis tertentu agar produk AI lebih relevan dan efektif.
Keunggulan dan kendali yang dulu dimiliki oleh perusahaan pembuat model dasar mulai terkikis, dan persaingan kini lebih ketat di lapisan aplikasi. Banyak perusahaan startup berhasil menggunakan model yang sama dan tetap kompetitif, yang menggambarkan perubahan besar dalam ekosistem AI.
Meskipun perusahaan besar masih memiliki keunggulan karena merek, dana besar, dan infrastruktur, perubahan ini berarti masa depan AI lebih berpusat pada aplikasi dan layanan khusus daripada dominasi satu atau beberapa perusahaan pembuat model dasar.
Analisis Ahli
Martin Casado
Tidak ada moat atau penghalang teknologi inheren dalam tumpukan teknologi AI, karena perusahaan pertama yang meluncurkan model coding dan model generatif gambar serta video tetap kalah di pasar dari pesaing.