TLDR
Proyek Dinosaur Choir menggabungkan inovasi teknologi dengan penelitian ilmiah untuk mengeksplorasi suara dinosaurus. Dinosaurus mungkin memiliki suara yang lebih sosial dan komunikatif daripada yang sering digambarkan dalam film. Dinosaur Choir berupaya membuat alat musik dan perangkat lunak yang dapat diakses secara terbuka untuk memungkinkan eksplorasi lebih lanjut tentang suara dinosaurus. Selama ini, suara dinosaurus yang sering didengar di film dan acara televisi hanyalah imajinasi karena tidak ada cara pasti untuk mengetahui bagaimana sebenarnya suara mereka. Fosil hanya menyimpan tulang, bukan suara, sehingga ilmuwan selama ini hanya bisa menebak-nebak bagaimana dinosaurus bersuara.Courtney Brown, seorang profesor dari Southern Methodist University, memulai proyek unik bernama Dinosaur Choir yang menggunakan teknologi CT scan, 3D printing, dan rekayasa suara untuk menciptakan alat musik yang berbentuk seperti tengkorak dinosaurus asli.Alat musik ini memungkinkan manusia meniup atau menggunakan suara untuk menghasilkan bunyi yang menyerupai suara dinosaurus, terutama dinosaurus herbivora seperti Corythosaurus yang memiliki struktur kepala unik yang berfungsi sebagai ruang resonansi.Setelah pengembangan teknologi melalui sensor suara dan algoritma bioakustik pascapandemi, alat musik ini bisa mengubah suara manusia menjadi berbagai kemungkinan suara dinosaurus berdasarkan model ilmiah tentang organ vokal burung, yang paling dekat dengan dinosaurus.Proyek ini sukses tidak hanya secara ilmiah dengan mengikuti beberapa teori tentang suara dinosaurus, tapi juga secara artistik dengan memenangkan kompetisi alat musik dan menampilkan pertunjukan orisinal, membuka pemahaman baru tentang komunikasi dan sifat sosial dinosaurus.