Gemini Raih Kesuksesan IPO dan Siap Jadi Platform Finansial On-Chain
Finansial
Mata Uang Kripto
12 Sep 2025
93 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Gemini mencatat debut perdagangan yang sukses dengan permintaan saham yang tinggi.
Pendiri Gemini, Winklevoss bersaudara, memiliki visi untuk mengembangkan platform keuangan digital yang lebih luas.
Gemini melihat potensi pertumbuhan melalui tokenisasi dan pembayaran kartu di masa depan.
Gemini, sebuah bursa kripto yang didirikan oleh saudara kembar Tyler dan Cameron Winklevoss pada tahun 2014, baru saja mencatatkan sahamnya di pasar saham Nasdaq di New York. Harga awal saham berada pada angka Rp 617.90 ribu ($37) , jauh di atas harga IPO sebesar Rp 467.60 ribu ($28) , dan sempat melonjak ke angka Rp 768.20 ribu ($46) sebelum turun ke sekitar Rp 601.20 ribu ($36) . Debut yang sukses ini menandai langkah besar Gemini untuk berkembang menjadi pemain utama dalam pasar kripto yang kompetitif di Amerika Serikat.
Perusahaan ini berhasil menjual 15,1 juta saham kelas A dengan harga yang lebih tinggi daripada perkiraan awal Rp 400.80 ribu ($24) sampai Rp 434.20 ribu ($26) . Melalui penjualan saham ini, Gemini berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 7.10 triliun ($425 juta) . Selain itu, mereka juga mendapatkan investasi privat sebesar Rp 835.00 miliar ($50 juta) dari Nasdaq. Permintaan terhadap saham ini sangat tinggi hingga melebihi 20 kali lipat dari jumlah yang tersedia, menunjukkan minat besar dari para investor terhadap potensi Gemini.
Pendapatan utama Gemini berasal dari biaya transaksi yang dihasilkan dari aktivitas trading di bursa mereka. Untuk enam bulan pertama tahun ini, Gemini melaporkan total pendapatan sebesar Rp 1.15 triliun ($68,6 juta) , dengan lebih dari 65% berasal dari biaya transaksi. Ini menandakan bahwa meskipun volume trading mereka belum sebesar Coinbase, Gemini sudah mulai mengukir pangsa pasar dan mengoptimalkan pendapatannya.
Selain bursa kripto, Gemini memiliki inovasi lain seperti kartu kredit yang memberikan hadiah dalam bentuk kripto dan stablecoin yang dikeluarkan sendiri. Perusahaan ini memandang dirinya bukan hanya sekedar bursa atau kustodian kripto, melainkan sebuah platform finansial yang lebih luas. COO Marshall Beard menyatakan visi Gemini untuk menjadi 'super app' keuangan yang beroperasi di blockchain dan membantu memindahkan pasar ke ranah on-chain di masa depan.
Debut publik Gemini mengikuti jejak perusahaan kripto besar lainnya seperti Circle dan Bullish. Dengan fondasi yang kuat, dana yang besar, dan strategi pengembangan platform, Gemini diperkirakan akan terus tumbuh dan beradaptasi dalam industri kripto yang cepat berubah. Perusahaan juga melihat peluang besar dalam teknologi tokenisasi dan pembayaran berbasis kartu sebagai motor pertumbuhan berikutnya.
Analisis Ahli
Marshall Beard
Kami melihat masa depan keuangan di dunia on-chain, dan Gemini berupaya menjadi pusat dari revolusi ini dengan menggabungkan layanan satu atap yang luas.