Mengapa Harga XRP Bisa Turun Sebelum Kembali Ke Puncak Rp 6.41 juta ($3,84)
Finansial
Mata Uang Kripto
12 Sep 2025
65 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
XRP telah mengalami pertumbuhan yang signifikan tetapi tetap jauh di bawah rekor tertingginya.
Adopsi institusional dan persetujuan ETF dapat menjadi faktor pendorong utama bagi XRP.
Kondisi ekonomi dapat mempengaruhi harga XRP secara signifikan karena volatilitasnya.
XRP, sebuah token cryptocurrency, telah mengalami kenaikan harga lebih dari 770% dalam tiga tahun terakhir, namun harganya masih jauh dari titik tertinggi sebelumnya sebesar Rp 6.41 juta ($3,84) yang tercapai pada 2018. Kenaikan ini membuat banyak investor optimis, tetapi masih ada risiko dan ketidakpastian yang perlu diperhatikan.
Salah satu faktor utama yang bisa mendorong kenaikan harga XRP adalah kemungkinan disetujui oleh SEC untuk investasi melalui ETF XRP. ETF ini akan memudahkan para investor mendapatkan eksposur kepada cryptocurrency tanpa harus membelinya langsung, sehingga potensi permintaan bisa meningkat signifikan.
XRP juga memiliki kegunaan nyata dalam dunia keuangan, terutama sebagai mata uang jembatan untuk transaksi lintas negara yang dilakukan oleh bank-bank besar seperti PNC Bank dan Santander. Adopsi yang meluas bisa memberikan dukungan harga jangka panjang bagi token ini.
Namun, ada juga hambatan yang harus diperhatikan. Banyak investor mungkin akan menjual dan mengambil keuntungan setelah kenaikan besar, menyebabkan tekanan jual yang menurunkan harga. Selain itu, perkembangan ekonomi di Amerika Serikat yang melambat dan ketidakpastian pasar dapat memicu penurunan harga XRP dalam waktu dekat.
Walaupun kabar baik seperti kemenangan hukum Ripple atas SEC seharusnya mendongkrak harga, reaksi pasar seperti penurunan harga setelah pengumuman tersebut menunjukkan bahwa berita positif sudah lebih dulu diantisipasi. Oleh karena itu, investor harus tetap waspada dan mempertimbangkan potensi risiko sebelum berinvestasi.
Analisis Ahli
Chris Neiger
XRP menunjukkan potensi pertumbuhan yang kuat dengan didukung oleh pengembangan teknologi dan hubungan dengan institusi keuangan besar, namun pergerakan harga akan sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi makro dan sentimen pasar.