Gemini Catat IPO Mengkilap, Tapi Tantangan Regulasi dan Kerugian Mengintai
Finansial
Mata Uang Kripto
12 Sep 2025
211 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Gemini berhasil melakukan IPO dengan harga saham yang lebih tinggi dari ekspektasi.
Perusahaan mengalami kerugian yang signifikan meskipun ada pertumbuhan pengguna.
Dinamika politik dan regulasi dapat mempengaruhi masa depan bursa cryptocurrency seperti Gemini.
Gemini, bursa cryptocurrency yang dikenal di Amerika Serikat dan didirikan oleh kembar Winklevoss, baru saja meluncurkan penawaran saham perdana (IPO) mereka dengan harga lebih tinggi dari perkiraan, yakni Rp 467.60 ribu ($28) per saham, melampaui target awal Rp 283.90 ribu ($17) sampai Rp 317.30 ribu ($19) . Penawaran ini mendapat sambutan hangat dari para investor, menunjukkan minat yang besar di sektor kripto tahun ini.
Perusahaan yang beroperasi sejak 2014 ini sangat bergantung pada biaya transaksi, yang menyumbang hampir 70% dari total pendapatannya sebesar Rp 2.37 triliun ($142,2 juta) tahun lalu. Namun, meskipun pertumbuhan pengguna terus terjadi, Gemini mengalami kerugian besar, dengan kerugian bersih mencapai Rp 2.65 triliun ($158,5 juta) pada 2024 dan Rp 4.72 triliun ($282,5 juta) dalam enam bulan pertama 2025.
Selain tantangan keuangan, Gemini kini menghadapi dinamika politik yang rumit. Pendiri Gemini, yang dulu dikenal karena pertempuran hukum mereka terkait Facebook, kini adalah pendukung terbuka Donald Trump dalam kampanye pemilihan presiden 2024. Keterlibatan politik ini menimbulkan dampak pada pengawasan dan regulasi yang mereka hadapi.
Regulator keuangan, khususnya Commodity Futures Trading Commission (CFTC), pernah menggugat Gemini pada tahun 2022 terkait pernyataan menyesatkan dalam produk Bitcoin futures mereka. Kasus ini diselesaikan dengan denda sebesar Rp 83.50 miliar ($5 juta) bulan Januari 2025. Isu ini semakin rumit ketika komunikasi pribadi antara Gemini dan calon pimpinan CFTC yang diajukan Trump bocor ke publik, menyebabkan penarikan suara persetujuan senat dari calon tersebut.
Meski ada berbagai tantangan, Gemini tetap optimis terhadap masa depan mereka, dengan fokus pada inovasi dan sejarah panjang mereka sebagai pelopor di industri kripto. Penutupan resmi IPO direncanakan pada 15 September, dan kesuksesan perusahaan di masa depan akan sangat tergantung pada kemampuan mengatasi tekanan regulasi dan mempertahankan kepercayaan investor.
Analisis Ahli
Andreas Antonopoulos
Keberhasilan Gemini dalam IPO menunjukkan bahwa pasar kripto masih sangat antusias terhadap inovasi, namun perusahaan harus meningkatkan tata kelola dan transparansi untuk memperkuat kepercayaan investor jangka panjang.Caitlin Long
Terlepas dari masalah regulasi, langkah Gemini untuk go public adalah tanda bahwa industri kripto sedang mapan dan mendapatkan legitimasinya di pasar tradisional.