Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Kemarahan Artis Terhadap Spotify dan Masa Depan Setelah Daniel Ek Mundur

Bisnis
Manajemen dan Strategi Bisnis
TheVerge TheVerge
04 Okt 2025
268 dibaca
2 menit
Kemarahan Artis Terhadap Spotify dan Masa Depan Setelah Daniel Ek Mundur

Rangkuman 15 Detik

Investasi Daniel Ek di perusahaan pertahanan telah memicu kemarahan di kalangan seniman.
Pembayaran royalti Spotify yang rendah menjadi masalah utama bagi banyak musisi.
Perubahan manajemen di Spotify tidak cukup untuk memulihkan kepercayaan dari seniman.
Spotify menghadapi gelombang protes dari banyak artis terkait masalah pembayaran royalti yang sangat rendah, kualitas audio, dan kontroversi pribadi CEO Daniel Ek. Ek menarik sebagian besar perhatian dengan investasinya di perusahaan pertahanan Jerman, yang menjadi titik puncak ketidakpuasan para musisi hingga beberapa memutuskan untuk menarik lagu mereka dari platform ini. Setelah Ek mengumumkan pengunduran dirinya sebagai CEO, banyak pihak meragukan apakah ini akan membawa perubahan positif. Pasalnya, Ek tetap akan menjabat sebagai Executive Chairman, yang dianggap memiliki peran strategis dan pengaruh signifikan dalam keputusan-perusahaan, sehingga para artis skeptis bahwa perubahan ini hanya formalitas belaka. Masalah royalti Spotify menjadi isu utama dimana artis kecil dan besar menerima pembayaran sangat minim, sekitar Rp 50.10 ribu ($0,003) sampai Rp 83.50 ribu ($0,005) per lagu yang diputar. Dengan penambahan konten audiobook dalam paket Premium, Spotify bisa menekan pembayaran royalti lebih jauh, sehingga keuntungan perusahaan bertambah, tetapi artis semakin dirugikan. Spotify membela sistem royalti mereka dengan mengklaim pembagian berdasarkan porsi pendengar dan menghitung total pembayaran berdasarkan total pendapatan, namun para artis dan regulasi di Eropa dan Amerika Serikat menilai praktik ini menipu dan merugikan para kreator musik. Beberapa artis seperti Joanna Newsom bahkan menolak menggunakan Spotify karena alasan etis, dan situasi ini membuat Spotify menghadapi tantangan besar untuk merebut kembali kepercayaan dan dukungan dari industri musik yang luas, di tengah meningkatnya kritik akan nilai artistik dan keadilan ekonomi di platform tersebut.

Analisis Ahli

Jeremy Leaird-Koch
Perubahan posisi Ek menjadi CEO hanyalah formalitas dan tidak akan mengubah kebijakan utama Spotify karena peran Executive Chairman masih sangat aktif dan berpengaruh.
Will Anderson
Perubahan manajemen yang dilakukan Spotify hanyalah trik cermat untuk memperbaiki citra tanpa memberikan perubahan substansial, dan masalah yang lebih besar dari Spotify jauh melampaui pribadi Ek.
Chris Macowski
Royalti dihitung berdasarkan share streaming, bukan per-stream, dan Spotify membayar lebih dari $10 miliar per tahun, lebih banyak dari layanan lain.