Bahaya Perangkat Tersembunyi di Infrastruktur Jalan Surya AS, Risiko Sabotase Asing
Teknologi
Keamanan Siber
11 Sep 2025
67 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Infrastruktur jalan yang menggunakan energi solar berisiko terhadap perangkat elektronik tersembunyi.
Ada kekhawatiran global mengenai keamanan siber terkait dengan teknologi yang berasal dari Cina.
FHWA menyarankan langkah-langkah mitigasi untuk melindungi infrastruktur transportasi dari potensi serangan.
Pejabat AS mengeluarkan peringatan mengenai ancaman keamanan siber dari perangkat tersembunyi di infrastruktur jalan bertenaga surya. Mereka menemukan adanya radio tersembunyi dalam inverter dan baterai yang mengubah energi surya menjadi listrik, sehingga membuka peluang untuk gangguan jarak jauh.
Perangkat tersebut diduga datang dari produk impor, khususnya dari China, yang selama ini digunakan luas pada berbagai fasilitas seperti kamera lalu lintas, stasiun cuaca, dan pengisi daya kendaraan listrik. Keberadaan komponen yang tidak terdokumentasi ini menimbulkan risiko sabotase dan pencurian data yang berbahaya bagi keamanan nasional.
Laporan dari Denmark juga mendeteksi perangkat mencurigakan serupa di peralatan tenaga mereka, menunjukkan masalah ini bukan hanya terbatas di AS. FHWA menyarankan agar instansi jalan dan energi melakukan inventarisasi lengkap dan pemeriksaan menggunakan alat analisis spektrum untuk mendeteksi sinyal tak berizin.
Selain itu, mereka menyarankan pemisahan jaringan teknologi menjadi bagian-bagian agar jika terjadi kompromi, dampaknya tidak menyebar luas. Langkah ini diharapkan bisa mengurangi risiko gangguan besar yang dapat merugikan banyak pihak dan merusak kepercayaan publik.
Guna mengatasi ancaman lebih luas, pemerintah AS memperketat aturan terhadap kendaraan buatan China yang beroperasi di dalam negeri. Hal ini bertujuan mengurangi risiko pencurian data lewat teknologi otomotif, sekaligus memperkuat kontrol keamanan infrastruktur vital nasional.
Analisis Ahli
Anomadarshi Barua
Rogue command dalam inverter berbahaya karena bisa memicu gangguan listrik masif dan sabotase sistem transportasi, serta berpotensi menghambat pengembangan kendaraan otonom yang semakin penting.

