AI summary
Hello meluncurkan taksi otonom pertamanya, Hello Robot1, yang dilengkapi dengan teknologi canggih. Perusahaan ini berencana untuk memperluas armadanya secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan. Hello menghadapi persaingan ketat dari perusahaan lain di sektor taksi otonom, termasuk Baidu dan WeRide. Hello, perusahaan berbagi sepeda dan layanan ride-hailing asal China yang didukung oleh Ant Group, baru saja meluncurkan taksi swakemudi pertama mereka bernama Hello Robot1. Kendaraan ini menggunakan SUV Venucia VX6 yang diproduksi oleh joint venture antara Dongfeng Motor dan Nissan. Pengembangan ini menjadi langkah besar Hello untuk masuk ke pasar taksi otonom yang sedang berkembang pesat.Hello Robot1 dilengkapi dengan teknologi canggih seperti 14 kamera resolusi tinggi, 8 lidar, serta 18 sensor lain yang memungkinkan deteksi 360 derajat terhadap lingkungan sekitar. Sensor tambahan berupa elastic wave sensors juga dipasang untuk mendeteksi goresan dan benturan kecil pada bodi kendaraan, meningkatkan responsivitas terhadap kejadian tak terduga.Perusahaan bekerja sama dengan Alibaba Cloud untuk membangun klaster komputasi besar yang menggunakan lebih dari 10.000 unit pemrosesan grafis (GPU). Selain itu, Hello dan Alibaba Group Holding bersama-sama mengembangkan model kecerdasan buatan Daoyu yang berbasis pada teknologi AI Qwen dari Alibaba, menunjang kecerdasan dan efektivitas kendaraan otonom mereka.Pendanaan awal untuk unit robotaxi Hello sudah mencapai lebih dari 3 miliar yuan (sekitar 421 juta dolar AS), yang diperoleh dari Hello sendiri, Ant Group, dan Contemporary Amperex Technology, produsen baterai kendaraan listrik terbesar di dunia. Pendanaan tersebut digunakan untuk mempercepat pengembangan teknologi dan ekspansi jaringan layanan Hello dalam waktu dekat.Hello merencanakan untuk mengoperasikan 10.000 taksi swakemudi di lebih dari 10 kota pada tahun depan, dengan target ekspansi global hingga 50.000 kendaraan pada tahun 2027. Namun, mereka harus bersaing dengan perusahaan mapan seperti Baidu, WeRide, dan Pony.ai, yang juga telah memperluas operasi mereka ke pasar internasional seperti Amerika Serikat dan Uni Emirat Arab.
Masuknya Hello ke pasar robotaxi menunjukkan ambisi besar perusahaan teknologi China yang didukung konglomerat besar seperti Alibaba dan Ant Group, yang memberikan mereka keunggulan finansial dan teknis. Namun, karena persaingan ketat dengan pemain-pemain mapan seperti Baidu dan Pony.ai, Hello harus terus fokus pada kualitas teknologi dan kemampuan operasional agar bisa bertahan dan berkembang.