TLDR
AI akan menjadi alat bantu dalam perdagangan, tetapi keputusan akhir tetap di tangan manusia. CEO dari perusahaan besar seperti Goldman Sachs dan Citadel skeptis mengenai revolusi AI dalam investasi. Perdagangan tidak hanya tentang uang; banyak orang yang terlibat karena kecintaan mereka terhadap aktivitas tersebut. CEO Robinhood Vlad Tenev menyatakan bahwa meskipun kecerdasan buatan (AI) membawa perubahan besar dalam dunia trading, aspek manusia tidak akan sepenuhnya tergantikan. Menurut Tenev, banyak orang yang trading bukan hanya untuk menghasilkan uang, melainkan karena passion dan kecintaan terhadap aktivitas tersebut.Tenev menjelaskan bahwa AI adalah sebuah lompatan teknologi yang lebih besar dari mobile dan cloud, namun AI hanya menjadi alat bantu yang efektif bagi trader, bukan untuk menggantikan keputusan strategi finansial yang dilakukan oleh manusia.Sementara itu, CEO Citadel Ken Griffin berpendapat bahwa penggunaan AI dalam investasi sejauh ini hanya meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja, bukan mengubah secara revolusioner cara kerja investasi. Griffin mengatakan manfaat AI masih terbatas sebagai alat bantu yang menghemat waktu.David Solomon, CEO Goldman Sachs, mendukung pandangan bahwa AI telah mempercepat dan mempermudah analisis investasi secara signifikan. Goldman Sachs bahkan telah meluncurkan startup AI internal yang membantu proses identifikasi peluang bisnis dan transaksi.Selain itu, Robinhood meluncurkan fitur baru berupa platform media sosial bagi para investor agar bisa berbagi dan memonitor aktivitas trading pengguna lain, termasuk investor besar dan politisi, memperkuat komunitas serta interaksi di antara trader.