Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Facebook Hapus Fitur Community Chats karena Kurang Diminati Pengguna

Bisnis
Manajemen dan Strategi Bisnis
management-and-strategy (6mo ago) management-and-strategy (6mo ago)
11 Sep 2025
238 dibaca
2 menit
Facebook Hapus Fitur Community Chats karena Kurang Diminati Pengguna

Rangkuman 15 Detik

Pengguna Facebook lebih suka berinteraksi dalam aplikasi Facebook daripada berpindah ke aplikasi lain.
Fitur Community Chats tidak berhasil menarik minat pengguna grup Facebook.
Pengguna barat cenderung membagi fungsi media sosial dan aplikasi pesan menjadi platform yang terpisah.
Facebook sebelumnya mencoba meningkatkan interaksi komunitas dengan memperkenalkan fitur Community Chats pada tahun 2022 agar diskusi grup dapat berlanjut di aplikasi Messenger. Fitur ini bertujuan untuk mempermudah anggota grup berdiskusi tanpa harus tetap berada di dalam aplikasi Facebook saja. Namun, fitur tersebut kurang diminati oleh pengguna Facebook. Banyak pengguna lebih suka berdiskusi langsung di platform Facebook daripada berpindah ke aplikasi Messenger atau aplikasi lain untuk melakukan percakapan grup. Selain fitur Community Chats, Facebook juga pernah menawarkan ruang diskusi audio pada puncak popularitas fitur audio sosial. Sayangnya, fitur ini juga tidak banyak digunakan dan akhirnya dihapus pada tahun 2023. Fakta ini mengindikasikan bahwa pengguna Facebook lebih memilih untuk menjaga interaksi mereka dalam satu aplikasi, yaitu Facebook, dan tidak tertarik untuk menyebarkan diskusi ke aplikasi pesan seperti Messenger. Ini berbeda dengan tren di beberapa wilayah seperti Asia yang lebih suka menggunakan satu aplikasi multifungsi. Kesimpulannya, Facebook akan menghilangkan fitur Community Chats karena kegagalan dalam mendapatkan pengguna yang aktif. Hal ini menegaskan bahwa pola komunikasi di barat cenderung menggunakan aplikasi terpisah untuk tujuan yang berbeda, sehingga inovasi gabungan fungsi dalam satu aplikasi sulit diterima.

Analisis Ahli

Andrew Hutchinson (Social Media Analyst)
Pengintegrasian fitur pesan dalam sosial media memang ambisius, tapi tanpa pemahaman mendalam tentang perilaku pengguna, fitur tersebut sering kali gagal mendapatkan adopsi yang signifikan.