Revisi Data Tenaga Kerja AS dan Dampaknya pada Pasar Bitcoin dan Ekonomi Global
Bisnis
Ekonomi Makro
10 Sep 2025
90 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Data pekerjaan yang direvisi dapat mempengaruhi sentimen pasar terhadap resesi.
Ada ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga, yang dapat mendukung aset berisiko.
Kekhawatiran tentang stagflasi mungkin berlebihan, mengingat pertumbuhan ekonomi masih di atas tren.
Pada Maret 2025, Biro Statistik Tenaga Kerja AS mengumumkan revisi besar pada data pekerjaan selama 12 bulan terakhir, mengurangi angka pertambahan pekerjaan sebanyak 911.000. Ini mengejutkan pasar yang sebelumnya optimis dengan kondisi pasar tenaga kerja yang kuat sebagai dasar pertumbuhan ekonomi.
Revisi tersebut memicu kekhawatiran tentang kemungkinan resesi dan stagflasi, yakni kombinasi inflasi tinggi dan pertumbuhan ekonomi yang stagnan, kondisi yang sangat buruk bagi aset risiko seperti saham dan cryptocurrency. Bitcoin sempat turun dari 113.000 menjadi 110.800 dolar AS.
Namun, para analis seperti Michael Englund dan Marc Chandler menilai kondisi ini bukan sinyal resesi, melainkan perubahan struktural dalam pertumbuhan tenaga kerja yang dipengaruhi oleh pergeseran migrasi neto dari masuk ke keluar. Ekonomi AS tetap menjalankan GDP di atas tren non-inflasi, sehingga stagflasi dinilai masih berlebihan.
Pasar saham Eropa dan harga aset digital seperti bitcoin, ether, dogecoin, dan Solana kembali naik di tengah sentimen pelonggaran kebijakan suku bunga oleh Federal Reserve. Mayoritas trader memperkirakan Fed akan memotong suku bunga sebesar 25 basis poin pada September 2025.
Namun, para analis juga mengingatkan bahwa ekspektasi pelonggaran yang terlalu tinggi bisa berakhir dengan kekecewaan pasar, terutama jika pemotongan suku bunga ternyata lebih kecil dari yang diperkirakan, yang bisa menyebabkan penurunan nilai aset risiko secara tiba-tiba.
Analisis Ahli
Michael Englund
Revisi data ini lebih mencerminkan perubahan jangka panjang dalam pertumbuhan tenaga kerja daripada kondisi bisnis saat ini, sehingga risiko resesi tidak meningkat signifikan.Marc Chandler
Meski inflasi masih di atas target, GDP yang tetap kuat membuat kekhawatiran stagflasi berlebihan, dan Fed kemungkinan akan melanjutkan pelonggaran kebijakan suku bunga.