Kapal Pengangkut LNG Pertama Dunia Tenaga Molten Salt Reactor untuk Masa Depan Bersih
Sains
Iklim dan Lingkungan
09 Sep 2025
276 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Kapal LNG pertama di dunia yang menggunakan reaktor garam cair telah diluncurkan.
Reaktor garam cair menawarkan efisiensi energi dan keamanan tinggi serta mengurangi kebutuhan akan penggantian bahan bakar.
Proyek ini didukung oleh pemerintah Korea untuk mencapai tujuan keberlanjutan lingkungan.
Para insinyur Korea telah membuat terobosan besar dalam teknologi propulsi laut bersih dengan meluncurkan kapal pengangkut LNG pertama di dunia yang menggunakan reaktor molten salt modular kecil sebagai sumber tenaga. Ini merupakan langkah penting dalam mengimplementasikan teknologi nuklir generasi baru untuk mengurangi emisi karbon di sektor maritim.
Kapal tersebut mendapatkan sertifikasi Approval in Principle (AiP) pada 9 September dari American Bureau of Shipping dan negara bendera Liberia, yang menandakan desain dan teknologi kapal ini telah memenuhi standar keselamatan dan regulasi internasional.
Reaktor molten salt berkapasitas 100 megawatt thermal menggabungkan bahan bakar nuklir dan pendingin dalam bentuk cair yang memiliki efisiensi energi lebih tinggi dan keamanan lebih baik. Keunggulan utamanya adalah tidak membutuhkan penggantian bahan bakar selama masa pakai kapal.
Kerjasama antara Korea Atomic Energy Research Institute dan Samsung Heavy Industries telah dimulai sejak 2023 dengan dukungan kementerian terkait di Korea. Tujuannya adalah menyelesaikan desain konseptual reaktor molten salt untuk kapal pada tahun berikutnya serta memperkenalkan kapal ini dalam pameran Gastech 2025 di Milan, Italia.
Teknologi ini diyakini akan menjadi solusi unggul untuk propulsi kapal di masa depan yang mengarah pada pengoperasian laut yang lebih ramah lingkungan dan mendukung target netralitas karbon dalam industri maritim yang sangat membutuhkan inovasi untuk mengurangi dampak perubahan iklim.
Analisis Ahli
Jin Young Cho
Penggunaan MSR pada kapal dapat memberikan kontribusi besar dalam mencapai netralitas karbon di industri maritim dengan operasi yang aman dan efisien tanpa perlu penggantian bahan bakar.

