AI summary
RUU ini menetapkan anggaran untuk inisiatif digital oleh Departemen Keuangan. Ada mandat baru untuk melaporkan kemungkinan pengembangan cadangan Bitcoin. RUU ini menegaskan bahwa dana tidak boleh digunakan untuk pengembangan CBDC. Pada awal September 2025, Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mengajukan rancangan anggaran yang memberikan pendanaan untuk Departemen Keuangan guna mengembangkan teknologi dan pengelolaan aset digital, termasuk Bitcoin. Anggaran ini bertujuan untuk mendukung riset dan pelaporan terkait pembentukan cadangan Bitcoin nasional.Dalam rancangan tersebut, dialokasikan sekitar 239 juta dolar untuk berbagai kegiatan Departemen Keuangan hingga tahun 2026, dengan sejumlah dana yang khusus diarahkan untuk pengelolaan teknologi informasi dan perlindungan infrastruktur siber hingga tahun 2027.Salah satu bagian penting dalam rancangan ini adalah perintah kepada Departemen Keuangan untuk dalam waktu 90 hari menyampaikan laporan praktis terkait kemungkinan pembentukan Cadangan Bitcoin Strategis dan Stok Aset Digital yang dipegang oleh pemerintah AS. Laporan ini akan mencakup bagaimana aset digital dicatat serta pihak-pihak yang mengelola keamanan dan penyimpanan.Namun, rancangan anggaran ini juga jelas melarang penggunaan dana untuk ikut serta dalam pengembangan mata uang digital bank sentral AS (CBDC) maupun dalam proses menghentikan penggunaan uang kertas sebagai alat pembayaran resmi, menunjukkan sikap berhati-hati pemerintah terhadap CBDC.Meski belum menyetujui pembelian Bitcoin secara langsung, langkah ini membuka pintu bagi integrasi aset digital dalam manajemen keuangan nasional secara modern dan aman, dengan perkembangan yang akan dipantau secara ketat ke depannya.
Langkah ini menandai pergeseran penting dalam sikap pemerintah AS terhadap aset digital, menunjukkan penerimaan dan potensi integrasi Bitcoin dalam kebijakan fiskal negara. Namun, pelarangan keterlibatan dalam pembangunan CBDC menunjukkan ketidaksepakatan internal terkait arah digitalisasi mata uang nasional yang masih kontroversial.