Bitcoin Stabil di Rp 1.85 miliar ($111,000) , Data Inflasi AS Jadi Penentu Arah Pasar Kripto
Finansial
Mata Uang Kripto
08 Sep 2025
84 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Pasar cryptocurrency dipengaruhi oleh data makro, termasuk laporan inflasi.
Adopsi Bitcoin oleh perusahaan seperti Altvest Capital menunjukkan minat yang terus berkembang terhadap cryptocurrency.
Ketidakpastian di pasar obligasi Jepang dapat berdampak pada harga Bitcoin dan aset kripto lainnya.
Pada hari Senin, Bitcoin diperdagangkan di kisaran harga lebih dari 111,000 dollar AS dan mempertahankan trend harga yang relatif stabil selama seminggu terakhir. Selain Bitcoin, beberapa aset kripto utama lainnya seperti Ether, XRP, Solana, dan Dogecoin juga mengalami kenaikan harga meski dalam volume perdagangan yang lebih rendah dibandingkan puncak musim panas.
Para pelaku pasar kini sangat memperhatikan data inflasi AS yang akan dirilis di pertengahan minggu karena laporan ini dianggap dapat menjadi pemicu selanjutnya untuk pergerakan harga di pasar kripto. Inflasi yang tetap tinggi membuat The Fed bingung dalam menentukan kebijakan suku bunga, sehingga pasar menunggu sinyal kuat dari data ekonomi agar dapat mengambil posisi dengan tepat.
Sisi adopsi korporasi muncul sebagai faktor baru yang mendukung pasar, seperti pengumuman Altvest Capital dari Johannesburg yang berencana mengumpulkan dana sebesar 210 juta dollar AS untuk membeli Bitcoin dan mengubah fokus perusahaan menjadi Afrika Bitcoin Corp. Langkah ini memberikan peluang bagi investor institusional seperti dana pensiun yang tidak bisa memegang Bitcoin secara langsung.
Sementara itu, ketegangan makro juga muncul di Jepang setelah pengunduran diri Perdana Menteri Shigeru Ishiba, yang memicu selloff obligasi jangka panjang dan perubahan signifikan pada kurva hasil obligasi. Situasi ini membuat pasar mata uang yen dan pasar kripto yang sering kali berkorelasi dengan yen menjadi lebih bergejolak.
Secara keseluruhan, pasar kripto kini menunggu hasil data inflasi AS untuk menentukan arah selanjutnya, dengan kondisi pasar yang seimbang antara sentimen positif dari adopsi korporat dan tekanan makro yang terjadi dari berbagai belahan dunia. Ini menjadikan minggu tersebut krusial untuk pergerakan harga Bitcoin dan aset digital utama lainnya.
Analisis Ahli
Jeff Mei
Data inflasi AS yang lebih tinggi akan menekan harga Bitcoin dan Ethereum, sedangkan angka inflasi rendah dapat memicu kenaikan harga kripto.