Bagaimana Saham Perusahaan Sepatu Bertahan dan Bersinar di Kuartal Kedua 2024
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
08 Sep 2025
81 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Perusahaan sepatu yang beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen dapat lebih sukses.
Nike menunjukkan ketahanan meskipun mengalami penurunan pendapatan.
Steven Madden menghadapi tantangan tarif tetapi tetap optimis tentang masa depan.
Di masa sekarang, tren gaya sepatu berubah jauh lebih cepat berkat pengaruh internet dan media sosial yang memungkinkan konsumen melihat dan memilih produk dengan mudah secara online. Hal ini juga mengubah cara konsumen membeli sepatu, yang kini lebih memilih pengalaman omni-channel dan belanja daring, menantang perusahaan sepatu untuk beradaptasi agar tetap kompetitif.
Dalam laporan kuartal kedua, delapan perusahaan sepatu besar berhasil melampaui target pendapatan rata-rata sebesar 2,3%, namun panduan pendapatan kuartal berikutnya secara keseluruhan dikeluarkan lebih rendah hingga 34%. Ini menandakan adanya ketidakpastian di pasar di tengah tantangan ekonomi dan tarif baru yang berlaku.
Steven Madden, salah satu merek sepatu yang terkenal lewat kemunculannya di film Wolf of Wall Street, mencatat kenaikan pendapatan sebesar Rp 9.34 triliun ($559 juta) dengan pertumbuhan 6,8% tahunan, namun di bawah ekspektasi analis dan mencatat kerugian di laba per saham, diperparah oleh tarif impor baru.
Nike yang menjadi raksasa global di industri sepatu olahraga melaporkan pendapatan sebesar Rp 185.37 triliun ($11,1 miliar) , turun 12% dari tahun sebelumnya, tetapi mampu mengalahkan ekspektasi pasar dan meningkatkan harga sahamnya sebesar 18,3% pasca laporan kuartal. Hal ini menandakan kekuatan merek dan kemampuannya menyesuaikan strategi bisnis.
Perusahaan lain seperti Caleres, Genesco, dan Skechers menunjukkan hasil yang bervariasi, dengan Skechers mencatat pertumbuhan pendapatan 13,1% dan performa yang kuat secara umum. Meskipun demikian, perdebatan soal kondisi ekonomi, tarif, dan kebijakan pajak masa depan masih memberatkan prospek industri sepatu di tahun mendatang.
Analisis Ahli
Edward Rosenfeld
Fokus kami adalah mengatasi dampak jangka pendek tarif sambil mengintegrasikan Kurt Geiger untuk meningkatkan pertumbuhan jangka panjang perusahaan.