Walmart dan McDonald's Berkembang Pesat Lewat Teknologi dan Harga Murah
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
07 Sep 2025
10 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Walmart dan McDonald's memanfaatkan strategi harga rendah untuk menarik konsumen di masa sulit.
Investasi dalam teknologi, termasuk AI, menjadi kunci keberhasilan kedua perusahaan dalam meningkatkan efisiensi.
Kedua perusahaan menunjukkan kemampuan bertahan dan berkembang di pasar yang kompetitif dengan model bisnis yang solid.
Di tengah tantangan ekonomi global, Walmart dan McDonald's berhasil menarik lebih banyak konsumen dengan menawarkan harga yang kompetitif dan layanan yang inovatif. Walmart dengan lebih dari 10.000 toko dan pendapatan tahunan mencapai 680 miliar dolar, memanfaatkan skala besar dan kekuatan beli untuk mendapatkan harga terbaik dari pemasoknya dan meneruskannya ke pelanggan.
Walmart juga menunjukkan pertumbuhan kuat di segmen e-commerce, dengan penjualan online global naik 25% dan pendapatan iklan digital naik 46%. Akuisisi Vizio dan investasi dalam teknologi AI membantu Walmart mengoptimalkan rantai pasokan dan memperluas bisnis periklanan digitalnya.
Sementara itu, McDonald's kembali menawarkan menu Extra Value Meals untuk menarik pelanggan yang semakin sensitif terhadap harga. Pendapatan dan laba per saham McDonald’s tumbuh masing-masing 5% dan 11% pada kuartal kedua, berkat penekanan pada nilai dan efisiensi operasional.
McDonald's juga berencana meningkatkan penerapan teknologi AI melalui kemitraan dengan Google Cloud untuk memperbaiki keakuratan pesanan dan mengurangi downtime peralatan, upaya untuk menjaga margin keuntungan di atas 45%.
Meskipun McDonald's memiliki rekam jejak dividen yang panjang dan stabil, analis dari The Motley Fool lebih menyarankan saham lain dengan potensi pertumbuhan lebih tinggi. Namun, kedua perusahaan ini tetap menjadi pilihan investasi yang cerdas bagi yang mencari stabilitas dan dividen yang berkembang dalam situasi ekonomi sulit.
Analisis Ahli
Joe Tenebruso
Tidak memiliki posisi saham yang disebutkan, namun memberikan analisis objektif tentang potensi pertumbuhan kedua perusahaan.The Motley Fool Analyst Team
Menyarankan ada 10 saham lain yang berpotensi memberikan imbal hasil jauh lebih besar daripada McDonald's, meskipun McDonald's tetap dianggap saham defensif yang stabil.