AS Cabut Izin Khusus, TSMC Hadapi Risiko Operasi di Pabrik Nanjing
Bisnis
Ekonomi Makro
07 Sep 2025
55 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Pencabutan status VEU TSMC oleh AS dapat mengganggu operasi pabrik mereka di Nanjing.
TSMC berpotensi mengalami kekurangan peralatan yang bisa berdampak pada produksi chip.
Tindakan AS ini merupakan bagian dari upaya yang lebih besar untuk membatasi akses teknologi tinggi ke Tiongkok.
Pemerintah Amerika Serikat baru-baru ini mencabut ijin khusus yang disebut Validated End User (VEU) yang dimiliki Taiwan Semiconductor Manufacturing Co (TSMC) untuk mengimpor peralatan chip ke fasilitasnya di Nanjing, Tiongkok. Kebijakan ini mulai berlaku sejak 31 Desember tahun ini dan membuat TSMC harus mengajukan izin secara individual untuk setiap pengiriman alat. Hal ini merupakan bagian dari upaya AS memperketat kontrol ekspor teknologi semikonduktor ke China.
Kehilangan status VEU membuat TSMC menghadapi tantangan dalam mendatangkan peralatan penting dari Amerika Serikat. Menurut analis dari Macquarie Group, jika izin pengiriman terlambat diberikan, fasilitas TSMC di Nanjing mungkin akan kekurangan peralatan yang dapat mengganggu proses produksi dalam beberapa bulan ke depan. Namun, analis juga menyebutkan bahwa dampak jangka panjang bagi perusahaan ini bisa terbatas karena fasilitas tersebut hanya menyumbang sebagian kecil dari kapasitas produksi TSMC.
Sebagai upaya antisipasi, TSMC mungkin akan memindahkan beberapa pesanan alat chip yang sebelumnya ditujukan ke pabrik mereka di Kumamoto, Jepang, ke fasilitas Nanjing. Selain itu, perusahaan ini juga kemungkinan akan menimbun suku cadang terlebih dahulu sebelum masa berlaku izin khusus berakhir pada akhir tahun. Langkah ini diharapkan bisa menekan risiko gangguan operasional.
Pencabutan izin khusus ini merupakan tindak lanjut kebijakan ketat yang sebelumnya juga diterapkan pada perusahaan lain seperti Samsung Electronics dan SK Hynix. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari tekanan geopolitik Amerika Serikat terhadap pengembangan teknologi semikonduktor yang melibatkan China. Situasi ini menjadi perhatian utama industri teknologi di seluruh dunia karena peran penting TSMC dalam rantai pasok chip global.
Walaupun dampak jangka pendek mungkin terasa pada operasional pabrik Nanjing, para ahli memprediksi bahwa TSMC dapat menyesuaikan langkahnya sehingga gangguan tidak menghambat kapasitas produksi total secara signifikan. Namun, kejadian ini menyoroti kerentanan industri chip yang sangat bergantung pada akses peralatan dan teknologi dari luar negeri.
Analisis Ahli
Phelix Lee
TSMC dapat mengalihkan pesanan peralatan dari fasilitas Kumamoto di Jepang ke Nanjing dan menimbun suku cadang untuk mengurangi risiko gangguan operasi akibat pencabutan status VEU.

