Nio Berjuang di Tengah Perang Harga, Siap Cetak Rekor Pengiriman Baru
Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
06 Sep 2025
273 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Nio mengalami peningkatan pengiriman tetapi tertekan oleh perang harga di pasar.
Perusahaan sedang berusaha untuk mengurangi biaya dan meningkatkan efisiensi operasional.
Meskipun tantangan jangka pendek, Nio memiliki prospek jangka panjang yang positif jika perang harga mereda.
Nio menghadapi tantangan berat akibat perang harga yang semakin tajam di pasar mobil listrik China. Meskipun begitu, perusahaan berhasil mencatatkan peningkatan pengiriman kendaraannya dan melakukan berbagai upaya pengurangan biaya agar dapat memperbaiki kondisi keuangannya.
Pada kuartal kedua tahun 2025, Nio melaporkan kerugian operasi yang lebih kecil dari perkiraan analis dan peningkatan pendapatan sebesar 9% menjadi 2,7 miliar dolar AS. Penurunan harga jual rata-rata kendaraan menyebabkan margin keuntungan menurun, tetapi volume penjualan yang tinggi sedikit membantu menahan kerugian.
Nio juga meluncurkan model baru seperti Onvo L90, sebuah SUV besar yang dipasarkan sejak Juli dan ES8 yang akan mulai dikirim pada September. Kedua model ini diharapkan akan mendorong momentum pengiriman yang lebih kuat pada kuartal berikutnya.
Dalam kondisi pasar yang sulit, Nio memproyeksikan pengiriman kuartal ketiga akan mencapai 89.000 kendaraan, sebuah rekor baru untuk perusahaan. Pendapatan juga diperkirakan meningkat menjadi sekitar 3,1 miliar dolar AS, meski masih di bawah ekspektasi pasar.
Meski saham Nio mengalami tekanan setelah laporan keuangan, para analis dan perusahaan percaya bahwa setelah perang harga mereda, kondisi pasar akan membaik dan margin Nio bisa menguat. Dengan posisi yang masih kuat, Nio dianggap sebagai pemain EV China yang layak diperhitungkan dalam jangka panjang.
Analisis Ahli
Stanley Yu Qu
Kebijakan pengurangan biaya yang dijalankan mulai memberikan hasil positif dengan perbaikan kerugian operasional lebih dari 30% secara berurutan.