Affirm Tembus Pasar BNPL dengan Underwriting Real-Time Berbasis Data
Finansial
Perbankan dan Layanan Keuangan
05 Sep 2025
164 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Affirm Holdings menggunakan pendekatan inovatif dalam penilaian risiko kredit dengan model data proprietary.
Pertumbuhan yang signifikan diharapkan dalam pendapatan dan laba perusahaan di masa depan.
Persaingan di ruang BNPL semakin ketat dengan kehadiran pemain besar seperti PayPal dan Sezzle.
Affirm Holdings mengisi ruang di pasar Buy Now, Pay Later (BNPL) dengan menempatkan proses underwriting sebagai inti dari strategi bisnisnya. Modelnya yang melakukan penilaian risiko secara real-time pada setiap transaksi menggunakan data lebih lengkap dari yang biasa dipakai, seperti tipe pembelian, profil merchant, dan riwayat pembayaran konsumen.
Pendekatan tersebut memberikan Affirm keunggulan kompetitif dengan mengurangi kemungkinan gagal bayar sekaligus tetap memberi fleksibilitas kepada konsumen. Perusahaan juga memiliki pengalaman lebih dari 13 tahun dalam underwriting dan mengelola pinjaman senilai lebih dari 100 miliar dolar untuk lebih dari 50 juta pengguna.
Competitor seperti PayPal mengelola risiko melalui pengawasan berkelanjutan atas penerimaan kredit, sementara Sezzle menggunakan soft credit check dan riwayat pembayaran saat checkout. Meski demikian, Affirm menunjukkan pertumbuhan saham yang signifikan sebesar 47,2% tahun-ke-tahun dibandingkan dengan 18,4% di industri.
Dari sisi valuasi, Affirm memiliki forward price-to-sales ratio sebesar 7,10 lebih tinggi dari rata-rata industri 5,62, dan memiliki Value Score F, yang menunjukkan bahwa sahamnya mungkin sedikit overvalued. Namun konsensus analis memperkirakan pendapatan akan bertumbuh 23,1% dan laba bersih melonjak hingga 433,3% di tahun fiskal 2026.
Dengan terus mengembangkan model underwriting yang datanya sangat canggih, Affirm bisa menjadi pemimpin pasar BNPL yang bertanggung jawab dan terpercaya di masa depan. Hal ini penting karena konsumen dan merchant semakin menginginkan opsi kredit yang sederhana namun aman.
Analisis Ahli
Aswath Damodaran
Pendekatan Affirm dalam menggunakan data secara ekstensif untuk underwriting bisa memperbaiki risiko secara signifikan, tetapi perusahaan harus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan profitabilitas untuk menarik investor jangka panjang.