Perbandingan Potensi Pertumbuhan Affirm dan Block dalam Revolusi Fintech
Finansial
Perbankan dan Layanan Keuangan
17 Sep 2025
237 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Affirm memiliki prospek pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan Block dengan fokus yang kuat pada model 'buy now, pay later'.
Diversifikasi produk Block memberikan peluang, tetapi juga menambah kompleksitas dan risiko yang tidak ada pada Affirm.
Kedua perusahaan menghadapi persaingan yang signifikan, tetapi Affirm menunjukkan momentum yang lebih kuat di pasar saat ini.
Revolusi fintech telah mengubah cara orang mengelola uang mereka, dengan perusahaan seperti Affirm dan Block memimpin inovasi di bidang pembayaran digital. Affirm dikenal karena solusi 'buy now, pay later' (BNPL) yang dikenal luas dan terus tumbuh berkat kerja sama dengan peritel besar serta penggunaan teknologi kecerdasan buatan untuk meminimalkan pinjaman macet. Sementara itu, Block mengembangkan ekosistem yang lebih beragam dengan aplikasi Cash App, Afterpay, dan eksposur ke mata uang kripto seperti Bitcoin.
Affirm berhasil meningkatkan basis penggunanya menjadi 23 juta konsumen aktif hingga pertengahan 2025, dengan lebih dari 377.000 merchant yang bekerja sama di berbagai kategori industri, termasuk e-commerce dan layanan wisata. Pendapatan Affirm naik 33% dari tahun sebelumnya dan gross merchandise volume (GMV) seperti jumlah transaksi BNPL meningkat 43%. Strategi penggunaan AI untuk menganalisa risiko kredit memungkinkan perusahaan memperluas akses pelanggan tanpa meningkatkan tingkat gagal bayar.
Block menghadapi tantangan dari penurunan kontribusi bisnis kripto meski pendapatan dari layanan berlangganan dan aplikasi Cash App bertambah. Pendapatan Block pada kuartal terakhir turun 2% dibanding tahun sebelumnya, dengan GMV BNPL yang tumbuh hanya 17%, lebih lambat dari Affirm. Margin operasi mereka sekitar 22%, sedikit lebih rendah dari Affirm, yang diharapkan mencapai 26% di tahun fiskal berikutnya. Risiko terbesar Block berasal dari volatilitas kripto yang bisa mempengaruhi performa keuangan mereka secara signifikan.
Dari sisi keuangan, Affirm memiliki rasio utang terhadap modal yang tinggi yaitu 71,8%, sementara Block jauh lebih rendah di 13,8%, menunjukkan Block lebih konservatif dalam pembiayaan. Namun, efisiensi konversi investasi menjadi arus kas Affirm lebih tinggi dari Block. Analis pasar menunjukkan optimisme terhadap Affirm dengan beberapa peningkatan estimasi laba dan pendapatan, sedangkan Block lebih stagnan dan mengalami beberapa revisi negatif dalam estimasi.
Secara saham di pasar modal, Affirm menunjukkan performa yang kuat dengan kenaikan hampir 48% sepanjang tahun berjalan, mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek bisnis mereka. Sementara itu, saham Block mengalami penurunan hampir 11%, mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap ketidakpastian dan diversifikasi bisnis yang kurang fokus. Dengan demikian, Affirm saat ini dinilai lebih menarik untuk investasi jangka menengah hingga panjang karena momentum pertumbuhannya yang solid dan fokus bisnis yang lebih jelas.