AI summary
Pengeditan gen menggunakan CRISPR dapat meningkatkan performa hewan, tetapi juga menimbulkan kontroversi di kalangan pemulia. Organisasi berkuda internasional mulai melarang penggunaan hewan yang telah diedit genetik untuk menjaga tradisi pemuliaan. Teknologi CRISPR memiliki berbagai aplikasi dalam pertanian, termasuk peningkatan efisiensi produksi hewan ternak dan keamanan pangan. Para ilmuwan dari Kheiron Biotech di Buenos Aires berhasil menciptakan lima kuda pertama di dunia yang genomnya diedit menggunakan teknologi CRISPR-Cas9. Kuda-kuda ini merupakan klon dari kuda polo unggulan bernama Polo Pureza yang telah dimodifikasi gen myostatin untuk menambah kekuatan otot dan mempercepat gerak.Proses pembuatan kuda CRISPR melibatkan pengeditan gen pada sel fibroblas janin yang kemudian dikloning menjadi embrio dan ditanamkan pada induk betina. Meskipun inovasi ini menarik, para peternak kuda tradisional di Argentina dan asosiasi polo internasional melarang penggunaan kuda editan gen dalam pertandingan karena dianggap mengancam nilai dan tradisi peternakan selektif.Teknologi CRISPR tidak hanya terbatas pada kuda, tapi juga sudah diterapkan pada hewan ternak lain seperti sapi, domba, dan babi. Contohnya, sapi dengan gen edit untuk menghasilkan rambut pendek yang tahan terhadap panas dan babi yang lebih tahan penyakit dengan mutasi gen tertentu. FDA Amerika Serikat sudah menyetujui produk daging dari hewan hasil editan ini untuk konsumsi manusia.Selain meningkatkan produksi dan ketahanan hewan, CRISPR juga membantu membuat produk hewani yang lebih aman bagi konsumen, seperti babi GalSafe yang bebas dari molekul alpha-gal penyebab alergi. Bahkan ada penelitian pemanfaatan organ babi hasil CRISPR untuk transplantasi ke manusia dengan risiko penolakan yang lebih rendah.Meskipun teknologi ini membawa potensi besar bagi industri peternakan dan kesehatan, masih ada tantangan etis dan regulasi yang harus dihadapi agar penggunaan gene editing pada hewan dapat diterima secara luas dan bertanggung jawab di masa depan.
Penggunaan CRISPR dalam dunia hewan membuka peluang besar dalam meningkatkan produktivitas dan ketahanan, namun juga harus diimbangi dengan perhatian pada dampak sosial dan etika. Larangan di olahraga seperti polo mencerminkan ketegangan antara inovasi teknologi dan tradisi yang sulit dihilangkan begitu saja.