Teknologi Otot Buatan Gurita Tingkatkan Efisiensi Kapal Bawah Air
Teknologi
Robotika
05 Sep 2025
200 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Penelitian ini menunjukkan potensi biomimikri dalam desain kendaraan bawah air.
Modifikasi hidrofoil meningkatkan efisiensi energi dan manuverabilitas.
Proyek ini didanai oleh Otoritas Penelitian Angkatan Laut AS, menunjukkan pentingnya inovasi dalam teknologi maritim.
Para peneliti di Universitas Iowa mengembangkan cara baru untuk membuat kendaraan bawah air lebih efisien dan mudah bermanuver dengan meniru cara gerak gurita. Mereka memodifikasi sayap hidrofoil kecil dengan deretan kawat koil yang dapat terbuka saat dialiri air, sehingga mengurangi hambatan dan meningkatkan daya angkat.
Sistem kawat koil ini digerakkan oleh motor listrik kecil yang disebut aktuator. Saat diuji di berbagai kecepatan aliran air, hasilnya menunjukkan peningkatan daya angkat hingga 30% dan pengurangan hambatan sampai 10%. Teknologi ini memungkinkan kendaraan untuk tetap stabil meskipun posisi sayapnya miring terhadap arus air.
Ide desain ini berasal dari otot-otot kecil pada kulit gurita yang disebut papila, yang membantu gurita menyesuaikan geraknya dalam kondisi aliran air yang berubah-ubah. Tim peneliti menciptakan otot buatan spiral terpilin yang bisa membuka dan menutup dengan presisi layaknya otot gurita asli.
Penelitian ini menjadi yang pertama dalam penggunaan otot buatan spiral untuk pengontrol aliran air di bawah laut. Teknologi ini diharapkan menjadi terobosan dalam bidang robotika bawah air, membuat mesin lebih gesit, hemat energi, dan adaptif terhadap lingkungan yang menantang.
Dengan dukungan dari U.S. Office of Naval Research, aplikasi teknologi ini dapat digunakan pada drone bawah air yang mampu menjelajah ruang sempit, menjelajahi ekosistem sensitif tanpa merusak, atau melakukan perbaikan pada wilayah yang sulit dijangkau. Ini menjadi langkah awal yang penting untuk masa depan eksplorasi bawah air.
Analisis Ahli
Caterina Lamuta
Teknologi ini membuka jalan baru dalam kontrol aliran air yang dapat meningkatkan kemampuan kendaraan bawah air secara signifikan, terutama dalam hal manuver dan efisiensi energi.
