AI summary
Wenzhou menjadi kota pertama di Tiongkok yang memiliki biro khusus untuk kecerdasan buatan. Pemerintah kota berkomitmen untuk menjadikan AI sebagai bagian sentral dari strategi pertumbuhannya. Upaya ini mencerminkan kompetisi yang semakin ketat antara kota-kota di Tiongkok untuk menjadi pusat inovasi AI. Kota Wenzhou di provinsi Zhejiang, Tiongkok, baru-baru ini mendirikan biro khusus untuk mengelola segala hal terkait kecerdasan buatan (AI). Ini adalah kali pertama sebuah kota di Tiongkok membentuk lembaga setingkat ini demi mengatur dan mengembangkan industri AI secara serius.Biro baru ini bertugas membuat rencana dan kebijakan AI, serta mengkoordinasi sumber daya seperti tenaga komputasi dan data. Melalui biro ini, Wenzhou juga akan mendorong proyek "AI+" yang artinya mengintegrasikan AI ke berbagai sektor ekonomi dan industri di kota tersebut.Wenzhou sudah memiliki infrastruktur digital yang kuat dengan menyimpan lebih dari 900 miliar entri data publik dan mengoperasikan 16 laboratorium yang mendukung pelatihan AI. Kota ini juga mengembangkan kapasitas energi hijau yang besar untuk mendukung kebutuhan energi tinggi dari teknologi AI.Langkah Wenzhou adalah cerminan bagaimana kota-kota tingkat kedua di Tiongkok juga ingin bersaing di bidang teknologi AI, tidak hanya kota besar seperti Shanghai dan Shenzhen yang selama ini dikenal sebagai pusat teknologi. Ini menunjukkan dorongan kuat pemerintah pusat kepada pemerintah lokal untuk berkontribusi dalam persaingan global AI.Dengan pembentukan biro AI dan investasi infrastruktur ini, Wenzhou berharap bisa memperkuat pertumbuhan ekonominya melalui pemanfaatan teknologi canggih dan ikut berperan dalam persaingan teknologi global antara Tiongkok dan Amerika Serikat.
Pendekatan Wenzhou yang menggabungkan penguatan infrastruktur data dan energi hijau sebagai fondasi AI sangat strategis dan menunjukkan kejelian dalam merancang ekosistem teknologi yang berkelanjutan. Namun, tantangan utama terletak pada kemampuan kota ini menarik talenta dan inovasi kelas dunia untuk bersaing secara global, bukan hanya sekadar implementasi kebijakan lokal.