Anthropic Larang Akses AI dari Anak Perusahaan China, Bentuk Pembatasan Baru
Teknologi
Kecerdasan Buatan
05 Sep 2025
24 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Anthropic memperluas pembatasan akses untuk perusahaan yang dimiliki oleh entitas dari wilayah tidak didukung.
Langkah ini mencerminkan peningkatan ketegangan dalam industri AI antara AS dan China.
Komunitas open-source di China terus berkembang dan berkontribusi pada pengembangan teknologi AI domestik.
Perusahaan AI dari Amerika Serikat bernama Anthropic baru-baru ini mengumumkan perubahan penting dalam kebijakan layanan mereka. Mereka sekarang melarang akses dari anak perusahaan global yang dimiliki lebih dari 50 persen oleh perusahaan yang berbasis di wilayah tertentu, terutama di China. Kebijakan ini untuk memperketat kontrol terhadap perusahaan yang berada di wilayah yang produk mereka tidak diizinkan digunakan.
Sebelumnya, pembatasan hanya berlaku untuk perusahaan yang berlokasi langsung di China. Namun, kebijakan baru memperluas lingkup sehingga juga mencakup perusahaan yang walaupun beroperasi di luar China, namun dimiliki atau dikendalikan oleh perusahaan dari China. Hal ini merupakan respons kepada kondisi dunia yang semakin terpolarisasi dalam sektor teknologi AI.
Anthropic dikenal sebagai pengembang AI dengan model Claude yang unggul dalam kemampuan coding. Mereka bukan satu-satunya yang membatasi akses dari wilayah tertentu; OpenAI, perusahaan AI lain dari AS, juga sudah melakukan hal serupa sejak tahun lalu dengan menolak akses dari negara dan wilayah yang tidak didukung.
Sementara itu, di China, pemerintah telah membuat sistem pendaftaran bagi layanan AI dan mendorong pengembangan model-model AI buatan sendiri secara domestik. Negara tersebut juga memiliki komunitas open-source AI yang aktif, termasuk perusahaan besar seperti DeepSeek dan Alibaba Group.
Situasi ini menggambarkan dunia AI yang semakin terpecah dan bergeser ke arah pembatasan akses berdasar wilayah yang lebih ketat. Hal ini memiliki dampak penting bagi pengembangan teknologi global, terutama bagaimana perusahaan AI mengatur distribusi produk mereka di pasar internasional.
Analisis Ahli
Andrew Ng
Pembatasan ini menandai tantangan besar bagi pengembangan AI global yang inklusif, karena teknologi terbaik hanya akan berkembang dengan kolaborasi terbuka lintas negara.Fei-Fei Li
Pengetatan akses dari China dan wilayah tertentu bisa memicu perlombaan teknologi yang kurang sehat dan memperlambat kemajuan AI secara keseluruhan.
