Kevin O’Leary: Dari NFT ke Koleksi Fisik dan Fokus pada Bitcoin Ethereum
Finansial
Mata Uang Kripto
05 Sep 2025
170 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Kevin O’Leary menganggap NFT sebagai tren sesaat dan lebih memilih investasi dalam koleksi fisik.
Dia percaya bahwa tokenisasi dapat meningkatkan pengelolaan aset dengan cara yang lebih transparan dan efisien.
Bitcoin dan Ethereum tetap menjadi inti dari portofolio cryptocurrency O’Leary, mencerminkan keyakinannya pada aset digital.
Kevin O’Leary, seorang investor Kanada terkenal dari acara Shark Tank, mengubah sikapnya terhadap dunia aset digital. Dahulu dia optimis terhadap NFT yang sempat menjadi tren besar, tetapi kini ia menyebut NFT sebagai ‘fad’ atau tren yang sudah lewat. Ia menjelaskan bahwa dirinya lebih percaya pada investasi aset fisik yang nyata dan dapat disentuh, seperti kartu olahraga langka dan barang koleksi mewah.
Meskipun meninggalkan dunia NFT, O’Leary tetap percaya dan berinvestasi besar pada cryptocurrency utama seperti Bitcoin dan Ethereum, yang dia sebut sebagai ‘gold standards’. Hampir 90% dari portofolio kriptonya terdiri dari dua aset digital ini. Selain itu, ia juga berinvestasi di perusahaan yang menjadi infrastruktur penting untuk dunia kripto, seperti Circle, Coinbase, dan Robinhood.
Saat pasar NFT mengalami penurunan drastis dari puncaknya senilai 16 miliar dolar menjadi di bawah 6 miliar dolar, O’Leary justru membeli kartu olahraga langka yang berharga 13 juta dolar. Kartu ini menampilkan legenda basket Kobe Bryant dan Michael Jordan, yang ia beli bersama dua investor lain. Ia yakin keuntungan terbesar bagi kolektor asal dari memiliki karya unik dan fisik yang langka.
Selain kartu olahraga, ia juga memamerkan koleksi mainan mewah dari Louis Vuitton yang bernama Labubu. Barang-barang seperti ini, menurut O’Leary, bisa mengalahkan kinerja indeks pasar saham konvensional dalam jangka waktu panjang. Ia melihat potensi besar komunitas kolektor terutama di budaya Asia yang mendukung produk seperti Labubu.
Walaupun skeptis terhadap NFT, O’Leary sangat mendukung penggunaan teknologi blockchain untuk 'tokenisasi' aset fisik. Dengan tokenisasi, koleksi seperti kartu olahraga atau karya seni bisa lebih mudah dikelola dan diperdagangkan secara digital, menciptakan pasar baru yang lebih transparan dan likuid. Visi ini ia sebut sebagai “Wall Street on chain” yang menggabungkan dunia investasi tradisional dan teknologi masa depan.
Analisis Ahli
Andreas Antonopoulos
Penolakan terhadap NFT sebagai aset murni bisa tepat, tapi ide menghubungkan aset fisik melalui tokenisasi adalah langkah penting untuk masa depan desentralisasi dan likuiditas aset.Anthony Pompliano
Fokus O’Leary pada Bitcoin dan Ethereum sebagai standar emas menunjukkan bahwa aset kripto besar tetap menjadi fondasi penting dalam portofolio investasi digital.