TLDR
Lanchi Ventures berkomitmen untuk investasi dalam start-up AI dan robotika di Cina. Cina memiliki potensi besar dalam pengembangan AI berkat akses data yang melimpah. Masa depan AI dan robotika menjanjikan dengan banyak aplikasi baru yang akan muncul. Lanchi Ventures, perusahaan modal ventura asal China, sedang gencar meningkatkan investasinya pada startup yang bergerak di bidang kecerdasan buatan dan robotika. Mereka fokus pada pengembangan aplikasi AI yang maju termasuk model AI multimodal yang memiliki kemampuan mengenali berbagai jenis data sekaligus.Perusahaan ini mengelola dana lebih dari 15 miliar yuan atau sekitar 2,1 miliar dolar Amerika Serikat, dengan sebagian besar dana dialokasikan untuk membuka peluang investasi pada startup AI tahap awal di China dan luar negeri.Beberapa startup yang telah mendapatkan investasi dari Lanchi Ventures termasuk Moonshot AI yang mengembangkan model bahasa besar Kimi, serta perusahaan robotika seperti Galbot dan AgiBot yang sedang mengembangkan robot dengan kemampuan baru.Menurut Jui Tan, managing partner Lanchi Ventures, kemampuan robot di China berkembang pesat berkat banyaknya data yang didapat dari berbagai skenario di negeri ini, sehingga memperkecil kesenjangan dibandingkan dengan AS dan bahkan bisa lebih unggul.AI dan robotika disebut masih pada tahap awal perkembangannya, dan banyak inovasi serta aplikasi baru yang diperkirakan akan muncul di masa depan, sehingga investasi dan riset terus dilakukan untuk memaksimalkan potensi teknologi ini.