Harga Token WLFI Turun Tajam, Trader Ritel Diminta Waspada
Finansial
Mata Uang Kripto
04 Sep 2025
280 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Harga token WLFI mengalami penurunan drastis setelah peluncuran.
Dukungan Donald Trump memberikan daya tarik namun juga risiko bagi investor.
Kegiatan perdagangan WLFI lebih aktif di bursa luar AS dibandingkan di dalam negeri.
World Liberty Financial (WLFI), sebuah proyek keuangan terdesentralisasi yang didukung oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump, mengalami penurunan harga signifikan pada token tata kelolanya. Setelah mencapai puncak di atas Rp 551.10 ribu ($0,33) pada hari Senin, harga token turun hampir setengahnya menjadi Rp 267.20 ribu ($0,16) pada hari Kamis.
Pergerakan harga WLFI ini mengikuti pola serupa dengan token meme TRUMP, yang juga mengalami penurunan drastis dari puncaknya, menunjukkan bahwa antusiasme pasar mulai menurun meskipun ada dukungan besar dari figur publik.
Minat terbesar terhadap WLFI justru datang dari luar Amerika Serikat, khususnya dari Korea Selatan, di mana bursa Bypit dan Upbit mencatat volume perdagangan yang jauh lebih tinggi dibandingkan bursa Amerika seperti Coinbase dan Kraken.
Analis dari Compass Point mengingatkan bahwa harga token yang tinggi saat peluncuran bisa sangat merugikan para investor ritel dan malah membuat mereka takut terjun ke pasar kripto, mengingat banyak yang belum pulih dari gelembung token meme sebelumnya.
Walaupun World Liberty Financial telah mengumpulkan modal besar sebelum token diperdagangkan, penurunan harga secara drastis dan volume perdagangan yang menurun menimbulkan kekhawatiran mengenai masa depan token ini dan efeknya terhadap kepercayaan pasar kripto secara keseluruhan.
Analisis Ahli
Compass Point Analysts
Harga WLFI yang tinggi di awal peluncuran bisa mengecewakan trader ritel dan malah menghalangi mereka untuk berinvestasi lebih lanjut di kripto.