Inovasi Sel Bahan Bakar Solid-Oksida Beroperasi di 300℃ Hemat Biaya
Sains
Iklim dan Lingkungan
10 Agt 2025
45 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Pengembangan SOFC pada suhu 300℃ dapat mengurangi biaya produksi dan meningkatkan aksesibilitas teknologi energi.
Inovasi dalam elektrolit sel bahan bakar memungkinkan pergerakan proton yang lebih efisien tanpa terjebak.
Prinsip desain yang digunakan dapat diterapkan pada berbagai teknologi lain untuk mendukung upaya dekarbonisasi.
Sel bahan bakar solid-oksida (SOFC) dikenal efisien dan tahan lama, tapi biasanya memerlukan suhu operasi sangat tinggi di atas 700℃, yang membuatnya mahal dan sulit diterapkan secara luas.
Peneliti di Kyushu University berhasil mengembangkan SOFC yang dapat bekerja dengan baik pada suhu hanya 300℃ dengan menggunakan bahan baru hasil doping senyawa barium dengan scandium.
Doping scandium menciptakan jalur khusus dalam struktur kristal yang memungkinkan proton bergerak lebih bebas tanpa terjebak, yang meningkatkan efektivitas tapi tetap menjaga biaya rendah.
Material baru ini menunjukkan kinerja konduktivitas proton setara dengan SOFC konvensional yang beroperasi pada suhu dua kali lebih tinggi, yang berarti performa tidak dikorbankan meski suhu diturunkan.
Penemuan ini tidak hanya menjanjikan pengurangan biaya pembuatan SOFC tapi juga berpotensi diaplikasikan dalam teknologi lain untuk mendukung pengurangan emisi karbon dan energi hijau.
Analisis Ahli
Yoshihiro Yamazaki
Konsep jalur proton yang luas dan bergetar lembut memungkinkan kinerja tinggi tanpa kehilangan kecepatan proton, membuka jalan bagi teknologi hemat biaya dan mudah diaplikasikan.Prof. Susumu Yamazaki (ahli bahan bakar sel)
Penyesuaian struktur kristal melalui doping ini adalah solusi elegan terhadap masalah fundamental konduktivitas proton pada suhu rendah.


