Tahun 2026 Diprediksi Jadi Era Monetisasi Agen AI di China
Teknologi
Kecerdasan Buatan
04 Sep 2025
279 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Perusahaan Cina diharapkan mulai memonetisasi agen AI mereka pada tahun 2026.
Model bahasa besar yang lebih canggih akan mendukung monetisasi agen AI di Cina.
Pasar AS untuk agen AI saat ini jauh lebih maju dibandingkan dengan Cina dalam hal monetisasi.
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) di China semakin pesat, terutama dengan munculnya agen AI yang dapat melakukan tugas kompleks secara otonom. Namun, sampai sekarang bisnis di China belum banyak menghasilkan pendapatan dari teknologi ini karena model AI yang digunakan belum cukup canggih dan pola berlangganan perangkat lunak enterprise belum umum di kalangan bisnis lokal.
UBS, sebuah perusahaan manajemen kekayaan global, memperkirakan bahwa tahun 2026 akan menjadi waktu terobosan dalam monetisasi agen AI di China. Hal ini didukung oleh kemajuan model-model AI canggih seperti DeepSeek’s R2 yang mampu menangani berbagai tugas yang lebih kompleks dan rumit.
Saat ini, pasar agen AI di Amerika Serikat sudah sangat maju dengan pendapatan tahunan mencapai antara 15 hingga 20 miliar dolar AS. Di sana, bisnis sudah terbiasa membeli dan memakai perangkat lunak enterprise canggih sehingga monetisasi di sektor ini berjalan dengan baik.
Di China, meskipun ada banyak perangkat agen AI yang lebih berfokus pada sisi konsumen seperti belanja dan hiburan, bisnis masih belum terbiasa membayar layanan berbasis langganan untuk teknologi ini. Tetapi dengan peningkatan kecanggihan model AI yang terus berlanjut, situasi ini diperkirakan akan berubah mulai tahun depan.
Contoh lain dari kemajuan agen AI adalah perusahaan asal Jerman, DeepL, yang baru saja meluncurkan agen AI untuk mengerjakan tugas-tugas repetitif dan memakan waktu di berbagai fungsi. Ini menunjukkan tren global di mana agen AI menjadi alat penting dalam meningkatkan efisiensi kerja di banyak bidang.
Analisis Ahli
Sundeep Gantori
2026 adalah tahun kunci bagi monetisasi agen AI di China karena model AI akan lebih canggih dan mampu memenuhi kebutuhan bisnis secara efektif.
