Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Mengapa Alibaba Sulit Raup Untung dari Investasi Raksasa di AI

Teknologi
Kecerdasan Buatan
YahooFinance YahooFinance
27 Agt 2025
157 dibaca
2 menit
Mengapa Alibaba Sulit Raup Untung dari Investasi Raksasa di AI

Rangkuman 15 Detik

Investasi besar dalam kecerdasan buatan oleh perusahaan Tiongkok belum menunjukkan hasil yang signifikan.
Model langganan untuk produk AI di Tiongkok tidak berhasil, mendorong perusahaan untuk beralih ke pasar perusahaan.
Persaingan harga di pasar API telah mengurangi potensi pendapatan dari layanan kecerdasan buatan.
Perusahaan teknologi besar di China, seperti Alibaba, Tencent, dan Baidu, telah berinvestasi besar-besaran dalam kecerdasan buatan selama beberapa tahun terakhir. Mereka ingin mengikuti jejak sukses besar ChatGPT dan menjadikan AI sebagai pendorong pendapatan utama. Namun, usaha monetisasi AI ini masih menemui banyak kesulitan, terutama karena perilaku konsumen China yang kurang suka membayar langganan untuk layanan AI. Alibaba merupakan yang paling agresif dalam mengembangkan dan memperkenalkan teknologi AI, dengan berbagai kemajuan yang diumumkan hampir setiap minggu. Sayangnya, bisnis inti Alibaba yang berkaitan dengan e-commerce saat ini menghadapi persaingan harga yang sangat ketat, sehingga pertumbuhan pendapatan secara keseluruhan mengalami pelambatan. Pendapatan dari bisnis cloud, yang mencakup produk AI, tumbuh 4,3% dari kuartal sebelumnya dan 18% dari tahun sebelumnya, namun ini menandakan perlambatan laju pertumbuhan. Tencent dan Baidu juga menghadapi tantangan yang sama. Pendapatan AI mereka masih tumbuh lebih lambat dibandingkan bisnis utama mereka. Baidu bahkan mencoba memonetisasi chatbot bernama Ernie dengan model berlangganan, tapi harus menghentikannya karena penerimaan pasar yang rendah. Tencent dan Baidu mengakui bahwa model langganan berbayar sangat sulit diterapkan di pasar China saat ini. Karena sulit monetisasi dari pengguna individu, perusahaan AI China beralih ke pelanggan perusahaan dengan menyediakan layanan API melalui platform cloud. Namun, persaingan harga yang ketat telah menyebabkan pemotongan harga secara besar-besaran, dengan Alibaba dan ByteDance memangkas harga layanan API mereka hingga lebih dari 60-90%. Selain itu, open-source AI yang semakin populer di China juga menekan potensi pemasukan dari penjualan model AI. Meski begitu, para ahli dan perusahaan teknologi tetap optimis bahwa AI memiliki potensi jangka panjang yang sangat besar untuk meningkatkan produktivitas lintas industri. Investasi saat ini mungkin belum menghasilkan pendapatan besar, tetapi teknologi yang dikembangkan dapat meningkatkan layanan lainnya, seperti periklanan dan e-commerce. Alibaba diperkirakan akan melaporkan pendapatan kuartalan sekitar 252,9 miliar yuan dengan pertumbuhan 4% dibandingkan tahun lalu.

Analisis Ahli

Lian Jye Su
Pasar konsumen AI di China sangat sulit, lebih realistis fokus pada pasar perusahaan.
Martin Lau
Menggunakan model pendapatan yang mengandalkan konsumen secara langsung sangat menantang di China.
Robin Li
Pendekatan monetisasi AI harus hati-hati dan mengutamakan pengalaman pengguna agar sukses.