Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Terobosan Terbesar: Menghambat Pertumbuhan Glioblastoma dengan Diet Serin Rendah

Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
health-and-medicine (6mo ago) health-and-medicine (6mo ago)
03 Sep 2025
24 dibaca
1 menit
Terobosan Terbesar: Menghambat Pertumbuhan Glioblastoma dengan Diet Serin Rendah

Rangkuman 15 Detik

Glioblastoma memiliki kelemahan metabolik yang dapat dimanfaatkan untuk terapi.
Diet rendah serin dapat memperlambat pertumbuhan tumor dan meningkatkan harapan hidup.
Penelitian ini menunjukkan pentingnya memahami metabolisme kanker untuk pengembangan terapi baru.
Glioblastoma adalah jenis tumor otak yang sangat agresif dan mematikan yang sulit diobati. Tumor ini terutama tumbuh dengan cepat dan sering kali kembali setelah menjalani operasi, kemoterapi, dan radioterapi. Kebanyakan pasien yang didiagnosis glioblastoma hanya bertahan satu hingga dua tahun. Penelitian terbaru menemukan bahwa glioblastoma memiliki cara unik untuk mendapatkan nutrisi penting. Alih-alih membuat asam amino serin sendiri, beberapa tumor lebih memilih mencuri serin dari lingkungan di sekitarnya untuk mendukung pertumbuhannya yang agresif. Para ilmuwan meneliti delapan orang yang menjalani operasi untuk mengangkat tumor otaknya. Mereka menyuntikkan gula yang diberi label isotop karbon ke dalam tubuh pasien dan kemudian mempelajari bagaimana tumor dan jaringan otak di sekitarnya menggunakan gula tersebut. Hasil studi menunjukkan bahwa tumor mengambil gula dari lingkungan untuk membuat bahan penting bagi DNA, yang memungkinkan mereka tumbuh secara spektakuler cepat. Temuan ini mengidentifikasi serin sebagai 'kelemahan metabolik' dari tumor tersebut. Para peneliti kemudian memeriksa efek diet yang kurang serin pada tikus dengan glioblastoma. Diet tersebut berhasil memperlambat pertumbuhan tumor dan memperpanjang umur tikus, yang menunjukkan potensi nyata untuk strategi pengobatan baru yang menargetkan metabolisme tumor.

Analisis Ahli

Sheila Singh
Penelitian ini benar-benar menemukan titik lemah metabolik glioblastoma yang sebelumnya belum banyak diketahui dan membuka peluang bagi strategi terapi baru yang lebih efektif.