AI summary
Kapasitas penyimpanan karbon di Bumi lebih kecil dari yang diperkirakan sebelumnya. Teknologi penangkap karbon perlu meningkat drastis untuk memenuhi target pengurangan emisi. Penyimpanan karbon tidak dapat sepenuhnya mengatasi pemanasan global yang sedang berlangsung. Untuk membatasi pemanasan global seperti yang disepakati dalam Perjanjian Paris 2015, dunia perlu mengambil karbon dioksida (CO2) dari atmosfer dan menyimpannya secara aman. Salah satu metode yang populer adalah menangkap CO2 dari pabrik atau industri lalu menyimpannya di bawah tanah. Namun, studi terbaru menunjukkan bahwa kapasitas bumi untuk menyimpan karbon ini jauh lebih kecil daripada dugaan sebelumnya.Penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan di International Institute for Applied Systems Analysis di Austria menemukan bahwa bumi hanya dapat menyimpan sekitar 1.460 gigaton CO2 dengan risiko rendah, jauh lebih sedikit dibandingkan perkiraan lama yang mencapai 10.000 hingga 40.000 gigaton. Perhitungan ini mempertimbangkan kemungkinan kebocoran dan hambatan politik yang bisa membatasi akses ke lokasi penyimpanan.Saat ini, teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon hanya mampu mengelola sekitar 49 juta ton CO2 per tahun, walaupun ada rencana untuk meningkatkan kapasitas hingga 416 juta ton. Tapi tingkat ini masih jauh dari kebutuhan mencapai 8,7 gigaton per tahun di tahun 2050 agar target pemanasan global sesuai Paris Agreement tercapai.Para peneliti juga mengingatkan bahaya jika CO2 yang disimpan bocor ke permukaan, karena dapat bereaksi dengan air tanah membentuk asam dan menyebabkan pelepasan logam beracun yang berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Ini menjadi alasan tambahan mengapa penyimpanan harus dilakukan di kawasan yang stabil dan aman, seperti cekungan sedimen yang menjadi fokus studi ini.Meski penyimpanan karbon penting, hasil studi ini menggarisbawahi bahwa teknologi ini saja tidak cukup untuk mengatasi perubahan iklim. Diperlukan kombinasi upaya pengurangan emisi langsung dan pengembangan teknologi bersih lainnya agar pemanasan dunia tidak melewati batas aman.
Kapacitas penyimpanan karbon yang jauh lebih kecil ini menunjukkan bahwa terlalu mengandalkan teknologi penyimpanan bawah tanah adalah strategi yang sangat berisiko dan tidak realistis untuk mengatasi perubahan iklim. Pendekatan yang lebih holistik dan mengutamakan pengurangan emisi secara drastis harus segera dijalankan agar kita tidak kehabisan solusi nanti.