Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Microsoft dan GSA Kerjasama Hemat Rp 98 Triliun Lewat Layanan Cloud dan AI

Teknologi
Pengembangan Software
News Publisher
03 Sep 2025
233 dibaca
2 menit
Microsoft dan GSA Kerjasama Hemat Rp 98 Triliun Lewat Layanan Cloud dan AI

TLDR

Microsoft menawarkan layanan cloud yang dapat menghemat anggaran pemerintah AS secara signifikan.
Kolaborasi antara Microsoft dan GSA menunjukkan pentingnya teknologi dalam efisiensi pemerintahan.
Keberadaan AI Copilot sebagai asisten berbasis kecerdasan buatan dapat meningkatkan produktivitas di lingkungan kerja.
Microsoft menawarkan layanan cloud kepada Badan Layanan Umum Amerika Serikat (GSA) untuk membantu pemerintah menghemat pengeluaran IT hingga US$6 miliar atau sekitar Rp 98 triliun dalam tiga tahun. Ini merupakan bagian dari upaya penghematan besar-besaran yang dilakukan oleh pemerintahan Donald Trump untuk menekan biaya layanan pemerintah secara efisien.Kerjasama ini membuat GSA bisa mendapatkan harga khusus Microsoft dengan membeli melalui sistem mereka, yang berlaku hingga September 2026. Dalam setahun pertama saja, penghematan yang diperkirakan mencapai US$3,1 miliar atau Rp 51 triliun, sebuah angka yang sangat signifikan bagi anggaran pemerintah AS.Microsoft menawarkan produk-produk seperti Microsoft Office, layanan cloud Azure, aplikasi bisnis Dynamic 356, dan software keamanan siber Sentinel. Selain itu, pekerja pemerintah yang menggunakan Microsoft 365 G5 juga akan mendapat akses gratis selama setahun ke asisten AI bernama Copilot, yang membantu meningkatkan produktivitas.Komisaris GSA, Josh Gruenbaum, menyatakan bahwa Microsoft adalah salah satu mitra terpenting pemerintah. Dia juga menegaskan bahwa CEO Microsoft, Satya Nadella, ingin mengedepankan kemitraan yang etis dalam penerapan AI, meskipun tetap berambisi memperluas pangsa pasar perangkat dan layanan perusahaan.Selain Microsoft, perusahaan teknologi lain seperti Adobe, Amazon, Google, dan Salesforce juga memberikan diskon khusus untuk layanan mereka kepada pemerintah AS. Semua langkah ini merupakan bagian dari strategi OneGov yang bertujuan merampingkan biaya dan meningkatkan efisiensi pengeluaran di sektor pemerintahan.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.