Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

CPG Beralih ke Sosial-First: Tantangan dan Peluang di Era TikTok

Bisnis
Marketing
marketing (6mo ago) marketing (6mo ago)
03 Sep 2025
53 dibaca
2 menit
CPG Beralih ke Sosial-First: Tantangan dan Peluang di Era TikTok

Rangkuman 15 Detik

Perusahaan CPG harus beradaptasi dengan pemasaran sosial untuk tetap relevan bagi Gen Z.
Investasi dalam strategi pemasaran sosial dan influencer menjadi sangat penting untuk menjangkau konsumen modern.
Proses dan budaya organisasi perlu disesuaikan untuk memanfaatkan peluang yang ditawarkan oleh media sosial.
Pemasaran media sosial mulai diubah secara drastis sejak pandemi 2020, ketika sebuah video viral di TikTok membawa dampak besar bagi merek seperti Ocean Spray. Perubahan ini menandai era baru dalam pemasaran, di mana merek CPG beradaptasi dengan gaya sosial-first untuk menjangkau konsumen, khususnya Gen Z yang menghabiskan waktu lebih banyak di media sosial daripada televisi linear yang tradisional. Pengeluaran iklan di media sosial terus melonjak, mencapai sekitar 79,4 miliar dolar di Amerika Serikat pada tahun 2024. Perusahaan besar seperti Unilever berkomitmen untuk mengalihkannya hingga 50% anggaran iklan mereka ke platform sosial dan memperbanyak kolaborasi dengan influencer secara signifikan untuk mendekati konsumen secara lebih personal dan lokal. Akuisisi merek-merek challenger yang tangguh di ranah sosial, seperti yang dilakukan PepsiCo dan Unilever, menunjukkan bagaimana strategi sosial-first sudah menjadi fokus utama. Mereka mengakui bahwa konten yang autentik dan relevan dengan budaya digital bisa membuat produk lebih cepat dikenal dan diminati, dibandingkan kampanye iklan tradisional. Selain pengalokasian anggaran iklan, teknologi seperti AI mulai dipakai untuk mempercepat produksi konten sosial yang lebih responsif dan menarik. Namun, transformasi ini masih menghadapi masalah budaya perusahaan legacy, di mana proses yang lambat dan tata kelola yang kaku menghambat kemampuan mereka dalam beradaptasi dengan cepat. Meski demikian, evolusi ke sosial-first bukan tanpa risiko dan tantangan, terutama terkait dengan kontrol merek, pengukuran hasil, dan perubahan regulasi platform. Namun, perusahaan yang menunda transisi ini berpotensi kehilangan koneksi dengan generasi konsumen berikutnya yang lebih memilih mencari dan membentuk identitas lewat media sosial.

Analisis Ahli

Nick Valenti
Berpindah ke sosial-first adalah kunci untuk menangkap generasi berikutnya karena Gen Z menemukan dan membentuk identitas mereka melalui feed sosial.
Evan Horowitz
Merek legacy sering kehilangan pangsa pasar karena indie brand yang sepenuhnya memahami sosial, dan belanja media tanpa kreativitas yang tepat hanya membuang uang.
Jason Weber
Kesuksesan brand challenger telah merubah dinamika kontrol merek dan autentisitas kreator secara fundamental.
Fernando Fernandez
Melakukan investasi besar dan terobosan agresif dalam pemasaran sosial dan influencer adalah cara untuk menjangkau konsumen di tingkat lokal dan global.