Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Solidaritas Diaspora Indonesia di Luar Negeri Gelar Demo Tolak Kekerasan Negara

Bisnis
Ekonomi Makro
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
03 Sep 2025
161 dibaca
2 menit
Solidaritas Diaspora Indonesia di Luar Negeri Gelar Demo Tolak Kekerasan Negara

Rangkuman 15 Detik

Diaspora Indonesia menunjukkan solidaritas yang kuat terhadap isu-isu yang terjadi di Tanah Air.
Berbagai organisasi diaspora mengorganisir aksi demonstrasi di berbagai negara untuk menyuarakan pendapat.
Partisipasi diaspora dalam demonstrasi mendapatkan dukungan positif dari masyarakat Indonesia di media sosial.
Diaspora Indonesia di berbagai negara seperti Jerman, Amerika Serikat, Australia, Belanda, dan Jepang kompak menggelar demonstrasi sebagai bentuk dukungan kepada warga di Tanah Air yang mengalami kekerasan saat melakukan unjuk rasa. Aksi ini disebarkan melalui media sosial oleh organisasi-organisasi diaspora di masing-masing negara. Pada tanggal 31 Agustus 2025, ratusan diaspora berkumpul di Berlin, Jerman, untuk menyuarakan protes terhadap situasi politik di Indonesia. Selanjutnya, lebih dari 300 diaspora di New York City, Amerika Serikat, melakukan long march selama beberapa hari mulai dari 28 Agustus hingga 1 September 2025. Sementara itu, di Australia, para diaspora membawa serta tuntutan rakyat 17+8 yang juga dilakukan oleh demonstran di Indonesia, menunjukkan kesamaan aspirasi di dalam dan luar negeri. Di Jepang, seorang diaspora bernama Zhafira Aqyla menyuarakan tuntutan tersebut melalui aksi berjalan di jalanan. Di Belanda, rencana unjuk rasa akan dilakukan pada 4 September 2025 dengan berjalan dari Erasmus University Rotterdam menuju KBBI di Den Haag. Aksi ini merupakan solidaritas terhadap driver ojek online bernama Affan Kurniawan yang meninggal dunia akibat kekerasan serta seluruh korban kekerasan negara lainnya. Aksi diaspora ini mendapat banyak dukungan dari netizen Indonesia yang merasa terharu dan bangga atas keberanian warga Indonesia yang tinggal di luar negeri untuk tetap memperjuangkan keadilan dan kebenaran di Tanah Air meskipun hidup nyaman di luar negeri.

Analisis Ahli

Dr. Siti Nurhayati, Pengamat Hubungan Internasional
Partisipasi diaspora dalam aksi protes menjadi instrumen diplomasi rakyat yang efektif untuk meningkatkan tekanan pada pemerintah Indonesia agar memperbaiki kondisi demokrasi dan hak asasi manusia.
Prof. Agus Santoso, Pakar Sosiologi Politik
Demonstrasi ini mengindikasikan bahwa isu kebebasan berpendapat dan kekerasan negara masih menjadi masalah utama yang menggerakkan solidaritas transnasional masyarakat Indonesia.