Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

AI di Kesehatan: Cara Baru Kurangi Beban Dokter dan Tingkatkan Pelayanan

Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
03 Sep 2025
150 dibaca
1 menit
AI di Kesehatan: Cara Baru Kurangi Beban Dokter dan Tingkatkan Pelayanan

Rangkuman 15 Detik

Kecerdasan buatan dapat mengurangi beban kerja dan kelelahan di sektor kesehatan.
InterSystems berfokus pada inovasi dan pengembangan produk berbasis AI untuk meningkatkan hasil pasien.
Sisi humanis tetap penting dalam pengambilan keputusan meskipun menggunakan kecerdasan buatan.
CEO InterSystems, Phillip T. (Terry) Ragon, membahas bagaimana kecerdasan buatan (AI) dapat mengubah cara kerja tenaga medis. AI membantu mengurangi beban kerja klinis dan kelelahan yang sering dirasakan oleh para dokter dan tenaga kesehatan lainnya. Dengan menggunakan AI, interaksi antara dokter dan pasien bisa menjadi lebih baik dan berkualitas karena beban administrasi berkurang sehingga dokter bisa fokus pada perawatan pasien. AI berperan sebagai asisten yang membantu, bukan menggantikan peran manusia dalam pengambilan keputusan. InterSystems memasukkan AI dalam semua produknya dan baru-baru ini memperkenalkan IntelliCare, yang merupakan sistem Rekam Medis Elektronik (EMR) berbasis AI penerus dari TrackCare. Bagi pengguna TrackCare versi MEUI akan lebih mudah untuk melakukan upgrade. Ragon menegaskan bahwa perjalanan inovasi di bidang AI dan kesehatan masih panjang dan pihaknya fokus pada inovasi serta keunggulan produk. Dia percaya bahwa penggunaan AI yang tepat bisa memberikan hasil yang sangat baik dengan tingkat akurasi tinggi. Secara keseluruhan, AI membuka peluang besar bagi sektor kesehatan untuk berkembang lebih cepat dan memberi manfaat yang lebih banyak bagi tenaga medis dan pasien, terutama dalam hal efisiensi kerja dan kualitas pelayanan.

Analisis Ahli

Eric Topol
AI memiliki potensi yang besar untuk mengtransformasi pelayanan kesehatan, terutama dalam mengurangi kelelahan dokter dan meningkatkan akurasi diagnosis.
Fei-Fei Li
Penerapan AI harus sejalan dengan etika dan humanisme agar hasilnya tidak hanya efisien tetapi juga dipercaya oleh pasien dan tenaga medis.