Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Asia Healthcare Summit 2025 Dorong Inovasi Digital dan AI untuk Atasi Kekurangan Dokter

Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
health-and-medicine (6mo ago) health-and-medicine (6mo ago)
03 Sep 2025
251 dibaca
1 menit
Asia Healthcare Summit 2025 Dorong Inovasi Digital dan AI untuk Atasi Kekurangan Dokter

Rangkuman 15 Detik

Kekurangan tenaga medis menjadi isu global yang dihadapi hampir semua negara.
Transformasi digital dan kecerdasan buatan merupakan kunci untuk inovasi di sektor kesehatan.
Forum seperti Asia Healthcare Summit 2025 dapat mendorong kolaborasi dan solusi untuk sistem layanan kesehatan yang lebih baik.
Hampir semua negara di dunia mengalami masalah kekurangan tenaga medis, kecuali Kuba yang memiliki tenaga medis surplus. Hal ini menjadi tantangan besar bagi banyak negara untuk menyediakan layanan kesehatan yang memadai bagi masyarakatnya. Karena itu, negara-negara berlomba merekrut tenaga medis dari luar negeri dan berinovasi dengan teknologi kesehatan terbaru, terutama yang berbasis kecerdasan buatan atau AI. AI dianggap sebagai solusi baru yang dapat mengubah cara layanan kesehatan diberikan secara signifikan. Transformasi digital dalam sektor kesehatan menjadi hal yang sangat penting dan dianggap sebagai 'game changer'. Untuk wujudkan ini, kolaborasi antara berbagai pihak diperlukan agar layanan kesehatan bisa terhubung secara efektif dan berbasis data. InterSystems, perusahaan penyedia teknologi data yang mengelola banyak rekam medis global, mengadakan Asia Healthcare Summit 2025. Acara ini dilaksanakan di Jakarta pada 3 September 2025 dan akan diikuti oleh lebih dari 200 pemimpin kesehatan dan ahli teknologi dari seluruh Asia. Dalam forum ini, para peserta akan berdiskusi dan berkolaborasi untuk mempercepat transformasi layanan kesehatan berbasis data dan AI, sehingga diharapkan sistem layanan kesehatan di Asia dapat menjadi lebih terhubung, berkelanjutan, dan cerdas ke depannya.

Analisis Ahli

Prof. dr. Adi Utarini
Penggunaan AI dalam layanan kesehatan harus diiringi dengan penguatan kapasitas sumber daya manusia agar teknologi bisa dimanfaatkan secara optimal tanpa mengesampingkan aspek kemanusiaan.
Dr. John Smith (Health Tech Expert)
Integrasi data besar dan AI dapat merubah lanskap pelayanan medis, membuat diagnosis lebih cepat dan pengobatan lebih personalisasi.