Meta Tambah Fitur Baru untuk Cegah Kata Tidak Sesuai di Iklan AI
Bisnis
Marketing
03 Sep 2025
163 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Meta memperkenalkan fitur baru untuk mengontrol kata-kata dalam iklan yang dihasilkan oleh AI.
Alat AI Meta dapat membantu pengiklan meningkatkan kinerja kampanye mereka.
Pengiklan diberi lebih banyak kontrol atas branding dan konsistensi dalam iklan mereka.
Meta kini memperkenalkan fitur baru bagi pengiklan agar dapat mengecualikan kata-kata tertentu dari teks iklan yang dibuat oleh kecerdasan buatan (AI). Dengan fitur ini, pengiklan memiliki kontrol lebih besar agar iklan yang muncul tetap sesuai dengan citra merek mereka.
Fitur tersebut bernama “Restricted Words” dan dapat ditemukan dalam pengaturan kampanye Advantage+. Dengan menetapkan kata atau frase yang ingin dilarang, sistem AI Meta akan menghindari penggunaan istilah tersebut saat menghasilkan variasi teks iklan.
Selain itu, Meta juga menyediakan opsi kontrol branding yang lebih luas pada elemen visual iklan berbasis AI, sehingga merek tetap konsisten dalam semua kontennya. Ini adalah bagian dari langkah Meta menuju proses pembuatan iklan otomatis yang bisa menghasilkan kampanye penuh hanya dari URL.
Data dari laporan keuangan Q2 Meta menunjukkan bahwa penggunaan model rekomendasi iklan yang didukung AI berhasil meningkatkan konversi iklan sebesar 5% di Instagram dan 3% di Facebook. Meskipun peningkatan tersebut tidak besar, ini menandakan AI mulai semakin efektif dalam membantu pengiklan menjangkau audiens tepat.
Penyertaan fitur pengecualian kata dan pengaturan branding ini membuat pengiklan dapat mengoptimalkan hasil AI sekaligus menjaga kendali terhadap pesan iklan mereka. Hal ini diyakini akan mempercepat kepercayaan dan penggunaan solusi AI dalam dunia periklanan digital.
Analisis Ahli
Jon Loomer
Penambahan opsi kata terbatas akan sangat membantu pengiklan untuk mempertahankan suara dan nilai merek dalam iklan otomatis, meningkatkan kualitas serta relevansi tampilan iklan.