AI summary
Meta sedang berupaya untuk mengotomatiskan proses periklanan dengan bantuan AI. Penghapusan opsi targeting yang lebih detail dapat meningkatkan kinerja iklan. Pengiklan disarankan untuk mempercayai sistem targeting Meta untuk hasil yang lebih baik. Meta sedang menghentikan beberapa opsi targeting iklan manual yang sangat detail dan mengubah fokus ke sistem iklan otomatis berbasis kecerdasan buatan (AI). Mereka percaya pendekatan ini akan memberikan hasil yang lebih baik dan efisien dalam menampilkan iklan kepada audiens yang tepat.CEO Meta, Mark Zuckerberg, mengatakan bahwa penggunaan AI sudah membantu meningkatkan efisiensi iklan hingga 5% di Instagram dan 3% di Facebook dengan sistem rekomendasi baru yang menggunakan banyak sinyal dan konteks yang lebih panjang.Meta menghilangkan opsi targeting yang dianggap terlalu granular dan sensitif karena dinilai jarang digunakan dan bisa membatasi performa iklan. Ini bertujuan agar AI dapat bekerja secara optimal dengan opsi targeting yang lebih luas.Para ahli seperti Jon Loomer menyarankan pengiklan lebih percaya pada AI Meta ketimbang memberi banyak input targeting manual karena sistem otomatis Meta lebih mampu menemukan audiens yang sesuai dan meningkatkan hasil kampanye.Perubahan ini akan diberlakukan mulai 15 Januari 2026, dan semua iklan yang masih menggunakan opsi targeting lama akan berhenti berjalan. Pengiklan disarankan mulai mencoba opsi targeting lebih luas dan fitur Advantage+ Meta sebelum masa liburan untuk mendapatkan hasil terbaik.
Perubahan ini menandai pergeseran besar dalam digital marketing, di mana pengiklan harus mulai melepaskan kontrol granular demi efisiensi yang ditingkatkan dari AI. Meski ada risiko kehilangan kendali spesifik, pendekatan ini akan membawa hasil yang lebih konsisten dan menghemat waktu dalam manajemen iklan.