Hakim Izinkan Apple Pertahankan Google Sebagai Mesin Pencari Default Safari
Finansial
Perbankan dan Layanan Keuangan
03 Sep 2025
104 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Keputusan hakim tidak melarang kesepakatan pembayaran antara Apple dan Google, yang menguntungkan kedua perusahaan.
Apple memberikan opsi bagi pengguna untuk memilih mesin pencari lain meskipun Google tetap menjadi opsi default.
Pendapatan dari kesepakatan ini sangat penting bagi Apple, mencapai sekitar $20 miliar setiap tahun.
Apple memiliki perjanjian penting dengan Google yang memungkinkan Google menjadi mesin pencari default di browser Safari pada perangkat komputer dan mobile Apple. Perjanjian ini memberikan pendapatan besar bagi Apple hingga sekitar 20 miliar dolar AS setiap tahun. Namun, perjanjian ini menjadi sorotan hukum mengenai potensi monopoli dan persaingan usaha yang tidak sehat.
Seorang hakim Amerika Serikat, Amit Mehta, memutuskan dalam sebuah kasus antitrust bahwa Google tidak boleh membuat kontrak eksklusif yang melarang pilihan mesin pencari lain, tetapi perjanjian default seperti yang dilakukan Apple masih boleh selama ada opsi lain yang tersedia untuk pengguna.
Keputusan ini juga mengizinkan Apple tetap menerima pembayaran dari Google, karena menghilangkan pembayaran tersebut akan merugikan Apple, Google, dan bahkan konsumen secara signifikan. Apple juga telah memberi pengguna opsi berganti ke mesin pencari lain seperti Bing dan DuckDuckGo, serta melakukan perubahan untuk privasi dalam mode penyamaran.
Setelah keputusan ini diumumkan, saham Apple naik hingga 4,3% dalam perdagangan setelah jam pasar dan saham Google juga meningkat sebesar 8,7%. Keputusan tersebut mencegah Google harus menjual browser Chrome, yang menjadi bagian penting dalam bisnis mereka.
Kasus ini menunjukkan bagaimana hukum antitrust di Amerika berusaha menjaga persaingan tanpa merusak ekosistem teknologi yang sudah besar dan menguntungkan banyak pihak. Meskipun ada batasan, pengaruh Google dan Apple tetap kuat dalam menentukan opsi pencarian internet bagi pengguna di seluruh dunia.
Analisis Ahli
Margrethe Vestager
Keputusan ini merupakan kompromi antara perlindungan persaingan dan kenyataan bisnis yang rumit, namun penting untuk terus mengawasi dominasi perusahaan besar agar tidak membatasi pilihan konsumen.Tim Wu
Ini adalah contoh bagaimana regulasi antitrust masih sulit menembus model bisnis raksasa teknologi, sehingga reformasi kebijakan yang lebih tegas mungkin diperlukan di masa depan.