Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Kontrak Spionase Rahasia ICE dan Paragon: Kontroversi Spyware Etis dan Hak Asasi

Teknologi
Keamanan Siber
cyber-security (6mo ago) cyber-security (6mo ago)
02 Sep 2025
221 dibaca
1 menit
Kontrak Spionase Rahasia ICE dan Paragon: Kontroversi Spyware Etis dan Hak Asasi

Rangkuman 15 Detik

ICE telah mengaktifkan kontrak dengan Paragon meskipun ada kekhawatiran tentang pelanggaran hak asasi manusia.
Paragon menghadapi dilema etis terkait penggunaannya dalam menargetkan jurnalis dan aktivis.
Peningkatan penggunaan spyware di negara demokrasi menimbulkan kekhawatiran tentang privasi dan hak individu.
ICE, lembaga pengawasan imigrasi Amerika, menandatangani kontrak senilai 2 juta dolar AS dengan perusahaan spyware asal Israel, Paragon. Kontrak itu kemudian diberhentikan sementara oleh pemerintahan Biden untuk menilai apakah kesepakatan tersebut sesuai dengan aturan terkait spyware komersial. Paragon dikenal sebagai pembuat spyware dengan klaim beretika, tetapi terkena skandal setelah spyware mereka digunakan untuk menyadap jurnalis dan aktivis di beberapa negara, termasuk Italia. Beberapa korban yang terdampak mengungkapkan bahwa mereka adalah target mata-mata digital tanpa alasan jelas. Kontrak dengan ICE sempat terhenti hampir setahun karena penyelidikan, namun akhirnya pada Agustus 2023 stop work order dicabut dan kontrak menjadi aktif kembali, menimbulkan berbagai pertanyaan terkait risiko penggunaan spyware oleh lembaga pemerintah AS. Paragon berusaha menunjukkan itikad baik dengan membatasi penjualan hanya ke pemerintah AS dan sekutunya, tapi skandal yang melibatkan target hak asasi manusia tetap membayangi reputasi perusahaan. Italia bahkan melakukan penyelidikan resmi terhadap kasus tersebut. Para ahli keamanan digital mengingatkan bahwa alat seperti spyware ini sangat berbahaya bagi nilai demokrasi dan kebebasan individu. Pengawasan ketat, transparansi, dan regulasi lebih lanjut dianggap penting untuk mencegah penyalahgunaan teknologi pengawasan.

Analisis Ahli

John Scott-Railton
Spyware ini dirancang untuk kediktatoran, bukan demokrasi yang menghargai kebebasan dan hak individu. Penggunaan spyware seperti Graphite merusak integritas demokrasi dan kebebasan sipil.