AI summary
Kolaborasi antara Universitätsmedizin Göttingen dan Sectra akan meningkatkan efisiensi alur kerja di rumah sakit. Integrasi layanan AI dalam satu infrastruktur memudahkan implementasi dan mengurangi risiko keamanan. Solusi pencitraan medis yang komprehensif memungkinkan penyedia layanan kesehatan untuk memperluas layanan tanpa perlu backend baru. Universitätsmedizin Göttingen (UMG Göttingen) di Jerman berencana meningkatkan solusi pencitraan medis mereka dengan menambahkan layanan AI dari Sectra yang dijalankan di Microsoft Azure. Tujuannya adalah untuk memudahkan penggunaan berbagai aplikasi AI dalam satu platform yang aman dan terintegrasi.Dengan menggunakan layanan Sectra Amplifier, UMG Göttingen bisa menjalankan semua aplikasi AI yang dibutuhkan dalam infrastruktur tunggal, sehingga mengurangi kompleksitas manajemen dan meningkatkan efisiensi operasi. Hal ini juga berarti keamanan data akan lebih terjamin karena tidak perlu mengelola banyak sistem berbeda.Dr Babak Panahi, dokter senior radiologi di UMG Göttingen, menyebutkan bahwa karena mereka sudah merasakan perbaikan alur kerja dengan solusi pencitraan Sectra sebelumnya, memperluas kerja sama ini adalah langkah yang sangat alami. Semua aplikasi AI yang sudah divalidasi dan dikelola oleh Sectra membantu rumah sakit segera dapat menggunakan teknologi AI tanpa banyak kesulitan.Layanan ini juga mengurangi beban kerja TI rumah sakit karena Sectra bertanggung jawab penuh atas integrasi, penyebaran, serta dukungan teknis layanan tersebut. Solusi berbasis Vendor Neutral Archive memberikan kebebasan untuk memperluas layanan tanpa perlu mengganti sistem backend secara menyeluruh.Selain di Jerman, penggunaan solusi Sectra juga mulai diadopsi rumah sakit lain, seperti Guelph General Hospital di Kanada yang sedang mengimplementasikan modul patologi digital untuk meningkatkan kemampuan diagnostik dan workflow secara keseluruhan.
Implementasi AI melalui platform tunggal seperti yang dilakukan UMG Göttingen adalah langkah strategis yang krusial untuk mengoptimalkan alur kerja klinis dan menjaga keamanan data. Namun, tantangan terbesar tetap pada adaptasi pengguna dan kontinuitas evaluasi kualitas AI agar manfaatnya maksimal tanpa mengorbankan akurasi medis.