AI summary
Driver ojek online mengalami penurunan pendapatan akibat situasi demo dan kerja dari rumah. Layanan GoFood juga terdampak karena berkurangnya permintaan dari karyawan kantor. Ada gerakan masyarakat untuk mendukung driver ojek online dan UMKM selama masa sulit ini. Pendapatan driver ojek online di Jakarta mengalami penurunan drastis selama gelombang demo yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Banyak kantor memberlakukan kerja dari rumah (WFH), dan sekolah diliburkan, sehingga jumlah orderan ojol menurun signifikan.Khoerudin, salah satu driver ojol yang biasanya beroperasi di kawasan Tanah Abang, mengatakan bahwa pendapatannya sekarang hanya sekitar Rp200,000 per hari, padahal dalam kondisi normal bisa mencapai Rp400,000 melalui minimal 30 orderan per hari.Sama halnya dengan Muhammad Nauvalluai yang biasanya menerima sekitar 20 orderan sehari serta pendapatan Rp300,000, kini hanya mendapatkan sekitar 8 orderan dan Rp100,000 akibat berkurangnya aktivitas di kantor dan sekolah selama WFH.Penurunan juga terjadi pada layanan pesan antar makanan GoFood karena biasanya pesanan berasal dari karyawan kantor yang kini banyak menjalani WFH. Dengan keadaan ini, permintaan pesanan semakin jarang terutama untuk pengiriman ke kantor.Sebagai bentuk dukungan, sejumlah netizen dan pengguna aplikasi Grab di Indonesia dan Asia Tenggara mulai menginisiasi gerakan memesan makanan dan produk UMKM untuk membantu para driver ojol dan pelaku usaha kecil di masa sulit ini.
Penurunan tajam pendapatan driver ojol ini menunjukkan betapa rentannya mereka terhadap perubahan kondisi sosial dan ekonomi yang tidak terduga. Gerakan dukungan komunitas sangat penting, namun solusi jangka panjang harus melibatkan pemerintah dan platform teknologi agar keberlangsungan penghasilan driver bisa lebih stabil.