Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Bagaimana AI Mengubah Cara Kita Membuat dan Memahami Kode Pemrograman

Teknologi
Pengembangan Software
TheVerge TheVerge
01 Sep 2025
95 dibaca
2 menit
Bagaimana AI Mengubah Cara Kita Membuat dan Memahami Kode Pemrograman

Rangkuman 15 Detik

Vibe-coding memberikan akses yang lebih luas kepada non-programmer untuk membuat kode, meskipun dengan risiko kualitas yang lebih rendah.
Penggunaan AI dalam pemrograman dapat menyebabkan atrophy keterampilan dan pemahaman mendalam di kalangan pengembang.
Ada kekhawatiran bahwa evolusi pemrograman menuju tingkat abstraksi yang lebih tinggi dapat mengurangi kemampuan untuk memahami dan menyelesaikan masalah secara mendalam.
Sejak awal 2023, penggunaan AI seperti ChatGPT dalam pemrograman menunjukkan hasil yang beragam. AI bisa memberikan solusi yang cepat tapi seringkali literal dan menghasilkan kode yang terlalu kompleks atau kacau. Hal ini membuat programmer harus ekstra teliti untuk memilah mana bagian yang berguna dan perlu diedit supaya sesuai tujuan. Pendekatan yang disebut 'vibe-coding' memungkinkan orang tanpa latar belakang teknis membuat program sederhana, namun AI kesulitan saat diminta menangani sistem besar yang memerlukan banyak integrasi kode. Ini mirip membangun toko sementara dibanding membangun terminal bandara besar. Salah satu manfaat besar AI adalah membantu memahami kode yang belum dikenal dengan membuat diagram alur atau penjelasan yang memudahkan eksplorasi. Dari terlihat mulai hanya bisa mengelola satu file, sekarang AI mampu memahami konteks di banyak folder dan kode secara luas. Meskipun ada kekhawatiran keamanan terkait vibe-coding, risiko ini seringkali dilebih-lebihkan. AI justru dapat digunakan untuk membantu menulis kode lebih aman dengan menambahkan pemeriksaan otomatis dan rancangan enkripsi yang kompleks. Pemrogram masa depan perlu mengasah kemampuan sebagai editor yang mengarahkan AI daripada sekadar mengetik kode. Ada risiko menurunnya pemahaman mendalam jika terlalu bergantung pada AI, tetapi beriringan dengan perkembangan ini, programmer harus belajar menjaga keseimbangan antara menggunakan AI dan mempertahankan kemampuan berpikir kritis.

Analisis Ahli

Linus Torvalds
Mengingat pentingnya 'taste' dalam arsitektur perangkat lunak, AI belum bisa menggantikan keputusan mikro yang subjektif dan kompleks yang dilakukan programmer berpengalaman.
David Heinemeier Hansson
Menggunakan AI untuk menulis kode dapat mengikis kompetensi pemrogram dan menurunkan kemampuan teknis secara signifikan.
James Somers
Ada perasaan kehilangan seni dan pemahaman mendalam terhadap pemrograman karena semakin bergantung pada AI yang mengurangi proses berpikir dan belajar.