Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Peran AI dan Komputasi Kuantum dalam Masa Depan Superkomputer dan Ilmu Pengetahuan

Teknologi
Kecerdasan Buatan
Wired Wired
05 Agt 2025
78 dibaca
2 menit
Peran AI dan Komputasi Kuantum dalam Masa Depan Superkomputer dan Ilmu Pengetahuan

Rangkuman 15 Detik

Kecerdasan buatan akan menjadi lebih penting dalam berbagai aspek kehidupan, melampaui dampak internet.
Komputasi kuantum masih perlu banyak pengembangan dan mengalami siklus hype yang mungkin akan diikuti oleh periode skeptisisme.
Pengembangan teknologi di China menunjukkan bahwa pembatasan dari negara lain dapat memicu kemajuan yang lebih cepat dalam teknologi domestik.
Dalam wawancara dengan Jack Dongarra, ilmuwan komputer yang berpengaruh, dibahas bagaimana komputasi berperforma tinggi (HPC) terus berkembang dengan bantuan teknologi baru seperti Artificial Intelligence (AI) dan komputasi kuantum. AI sudah digunakan dalam ilmu pengetahuan untuk membantu simulasi dan pemodelan yang sebelumnya membutuhkan waktu lama. Dongarra menjelaskan bahwa meskipun komputasi kuantum sangat menjanjikan, saat ini teknologi ini masih dalam tahap awal dan terlalu banyak hype yang belum bisa dipenuhi oleh kemampuannya saat ini. Komputasi kuantum memberikan hasil berupa distribusi probabilitas, bukan jawaban pasti seperti komputer digital tradisional. Menurut Dongarra, masa depan HPC akan melibatkan gabungan beberapa teknologi akselerator, tidak hanya CPU dan GPU, tetapi juga komputasi kuantum, neuromorfik, dan komputer optik yang bekerja sangat cepat menggunakan cahaya. Teknologi-teknologi ini akan melengkapi satu sama lain dalam menjalankan perhitungan kompleks. Wawancara juga membahas pengaruh persaingan teknologi global, khususnya antara Cina dan Amerika Serikat, di mana pembatasan ekspor teknologi ke Cina justru mendorong Cina mengembangkan teknologi sendiri yang bisa bersaing dengan teknologi Barat. Namun, kerumitan rantai pasokan seperti produksi chip tetap menjadi tantangan besar. Terakhir, Dongarra membahas bagaimana AI akan mengubah cara programmer bekerja, dengan makin banyaknya penggunaan bahasa alami untuk menulis dan mengoptimalkan kode. Meski masih ada risiko kesalahan AI, dengan pengawasan dan verifikasi yang tepat, AI akan meningkatkan produktivitas pengembangan perangkat lunak secara signifikan.

Analisis Ahli

Jack Dongarra
AI akan mempercepat dan mengoptimalkan pemecahan masalah ilmiah, sementara komputasi kuantum masih perlu waktu untuk berkembang karena tantangan teknis dan hype berlebihan yang harus dilalui menuju pemanfaatan praktis.