TLDR
General Atomics telah menyelesaikan pengembangan Solenoid Sentral untuk proyek ITER. Proyek ini menunjukkan kemajuan signifikan dalam teknologi energi fusi di AS. Inovasi dalam pengembangan magnet superkonduktor dapat menjadi dasar untuk energi fusi di masa depan. General Atomics, sebuah perusahaan yang berbasis di San Diego, berhasil menyelesaikan pembuatan Central Solenoid, magnet superkonduktor terbesar dan terkuat yang pernah dibuat. Magnet ini akan digunakan untuk memicu reaksi fusi pada fasilitas ilmiah ITER yang sedang dibangun di Prancis selatan. Proyek ini menjadi tonggak penting bagi pengembangan teknologi fusi di Amerika Serikat.Central Solenoid terdiri dari enam modul besar, masing-masing memiliki berat lebih dari 270.000 pound. Setelah selesai, modul-modul tersebut dikirim ke Prancis dan disusun menjadi sebuah bangunan raksasa setinggi lebih dari 18 meter dan berat total lebih dari 1.000 ton. Pembuatan masing-masing modul memakan waktu lebih dari dua tahun, menunjukkan kompleksitas dan besarnya tantangan teknis yang dihadapi.Proses ini memerlukan inovasi rekayasa tingkat tinggi, termasuk pembuatan alat produksi khusus yang dipasang di fasilitas buatan khusus di Poway, California. Proyek yang berjalan selama 15 tahun ini melibatkan rantai pasok global dan membantu General Atomics mengembangkan kemampuan teknis yang unik untuk produksi komponen fusi selanjutnya maupun aplikasi non-fusi lainnya.Para pejabat General Atomics menyatakan bahwa keberhasilan ini memperkuat posisi Amerika Serikat dalam perlombaan menuju energi fusi. Menurut John Smith, proyek ini menunjukkan bahwa sumber daya manusia dan keahlian di California Selatan sudah siap menjadi fondasi masa depan energi bertenaga fusi. Mereka tidak hanya membangun magnet, tetapi juga membangun fondasi untuk masa depan energi bersih.Dengan pembangunan Central Solenoid yang berhasil, masa depan energi fusi tampak semakin dekat. Proyek ini diharapkan membuka peluang besar untuk pengembangan teknologi fusi lebih lanjut yang dapat memberikan energi yang bersih, murah, dan dapat diperbaharui bagi dunia, serta memberikan keuntungan strategis bagi negara yang berhasil menguasai teknologi ini terlebih dahulu.