China Pamerkan Pesawat Siluman J-20 untuk Pertama Kali secara Langsung
Bisnis
Manajemen dan Strategi Bisnis
31 Agt 2025
278 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Pameran J-20 menunjukkan kemajuan teknologi militer Tiongkok.
Acara ini mencerminkan kepercayaan diri Tiongkok dalam kemampuan angkatan udaranya.
J-20 dirancang untuk bersaing dengan pesawat tempur siluman dari negara lain, seperti F-22 dan F-35.
China akan menampilkan pesawat tempur siluman Chengdu J-20 di sebuah acara terbuka di kota Changchun, sebagai tampilan statis pertama yang pernah dilakukan. Acara ini diadakan untuk merayakan ulang tahun ke-80 kemerdekaan China dari pendudukan Jepang. Sebelumnya, publik hanya bisa melihat J-20 dari udara selama pertunjukan terbang.
J-20 dikenal juga dengan julukan “Mighty Dragon” dan merupakan pesawat tempur generasi kelima yang dirancang untuk pertempuran jarak jauh dan kemampuan menghindari radar musuh. Saat ini, lebih dari 200 unit J-20 telah diproduksi dan dilengkapi dengan mesin baru WS-15 yang memungkinkan pesawat melakukan supercruise, atau terbang supersonik tanpa membakar bahan bakar secara berlebihan.
Selain J-20, acara ini juga akan menampilkan pesawat lain seperti J-16, J-10C, serta helikopter Z-20. Tidak hanya pameran pesawat, pengunjung dapat merasakan berbagai aktivitas interaktif seperti simulasi penerbangan, kendali drone, serta acara pelatihan dan rekrutmen pilot yang secara keseluruhan bertujuan meningkatkan hubungan dengan masyarakat.
Penampilan J-20 dalam pameran kali ini dianggap sebagai simbol kematangan teknologi dan kebanggaan militer China. Pesawat ini juga dapat bekerja sama dengan drone dalam suatu bentuk jaringan yang dinamakan “loyal wingman”. Hal ini membuat J-20 menjadi pesaing utama jet tempur canggih seperti F-22 dan F-35 dari Amerika serta Su-57 dari Rusia.
Acara ini memberikan pesan kuat kepada dunia luar bahwa China siap menunjukkan kekuatan militernya yang modern dan banyak jumlahnya. Untuk masyarakat dalam negeri, ini memberikan kepercayaan bahwa militer mereka sudah maju dan siap menghadapi tantangan. Sementara untuk negara seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Taiwan, ini menandakan kesiapan China mempertahankan posisinya di kawasan.
Analisis Ahli
Robert Farley (ahli pertahanan dan militer)
Pameran J-20 ini memperkuat posisi China sebagai pemain utama dalam teknologi tempur generasi kelima, menunjukkan bahwa mereka tidak hanya mengandalkan kuantitas tetapi juga kualitas dan integrasi teknologi canggih.Michael Green (pakar hubungan internasional)
Ini adalah langkah terencana untuk menunjukkan kemajuan teknologi militer China sekaligus sebagai alat diplomasi keras yang ditujukan ke negara-negara pesaing di Asia Pasifik.

