Tungsten Alami Suhu Terpanas Lebih dari 3.100°C di Stasiun Antariksa Tiangong
Sains
Fisika dan Kimia
27 Agt 2025
220 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Tiangong telah menetapkan rekor baru dalam penelitian material dengan memanaskan paduan tungsten.
Metode elektrostatik levitasi memungkinkan penelitian tanpa kontaminasi dari wadah fisik.
Penelitian ini berpotensi meningkatkan desain paduan tungsten untuk aplikasi di bidang nuklir dan aerospace.
Para ilmuwan di stasiun antariksa Tiangong berhasil memanaskan paduan tungsten hingga suhu di atas 3.100 derajat Celsius dengan menggunakan teknik levitasi elektrostatik yang inovatif. Metode ini memungkinkan logam dipanaskan tanpa kontak dengan wadah, yang biasa menyebabkan pencemaran dan gangguan pada sampel saat suhu tinggi.
Suhu ini merupakan rekor tertinggi yang pernah dicapai pada eksperimen di luar angkasa, bahkan melebihi capaian sebelumnya yang dilakukan di stasiun luar angkasa ISS bagian Jepang, Kibo, yang mampu memanaskan material hingga sekitar 3.000 derajat Celsius.
Penelitian dilakukan dalam kabinet laboratorium khusus yang dibuat oleh Hu Liang dan timnya dari Universitas Northwestern Polytechnical di Xian, Tiongkok. Kabinet ini sudah digunakan selama empat tahun untuk menguji berbagai paduan logam yang tahan panas seperti tungsten dan niobium.
Tujuan dari eksperimen ini adalah memahami lebih dalam karakteristik material ultra-tahan panas yang akan sangat berguna bagi teknologi masa depan seperti reaktor fusi nuklir, mesin roket, dan kendaraan hipersonik. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu pengembangan material yang lebih kuat dan efisien.
Keberhasilan eksperimen ini menandai kemajuan penting dalam ilmu material dan teknologi luar angkasa Tiongkok. Selain itu, eksperimen tersebut menunjukkan bahwa kabinet laboratorium buatan mereka sangat andal untuk melakukan penelitian suhu ekstrim dalam kondisi tanpa gravitasi.
Analisis Ahli
Hu Liang
Perangkat kabinet ini memungkinkan eksperimen suhu tinggi yang stabil dan tanpa gangguan kontaminasi, membuka jalan bagi material baru untuk aplikasi nuklir dan aerospace.
