Huawei Bangun Ekosistem Mandiri, Tiongkok Dekati Keunggulan AI Dunia
Teknologi
Kecerdasan Buatan
29 Agt 2025
293 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Huawei telah berhasil membangun ekosistem teknologi yang mandiri dari pengaruh AS.
Tiongkok berkomitmen untuk mencapai kemandirian teknologi di tengah ketegangan geopolitik.
CloudMatrix 384 menunjukkan kemajuan Huawei dalam daya komputasi dan aplikasi kecerdasan buatan.
Huawei, perusahaan teknologi besar asal Tiongkok, telah berhasil menciptakan ekosistem teknologi yang sepenuhnya mandiri dari Amerika Serikat, meskipun menghadapi pembatasan ketat sejak 2019. Hal ini menunjukkan ketahanan dan kecerdikan Huawei dalam mengatasi hambatan dari larangan perdagangan AS.
Dalam sebuah acara di Guiyang, Tao Jingwen, seorang eksekutif senior Huawei, menyampaikan bahwa perusahaan telah membangun infrastruktur dan perangkat lunak yang setara dengan teknologi AS. Ini menandakan kemajuan besar dalam bidang komputasi, kecerdasan buatan, serta semikonduktor.
Tao juga menegaskan bahwa komitmen untuk kemandirian teknologi akan memungkinkan Tiongkok untuk melampaui Amerika Serikat dalam aplikasi kecerdasan buatan, berkat ekonomi yang besar dan beragamnya skenario bisnis di negara tersebut.
Huawei memamerkan CloudMatrix 384, sebuah sistem komputasi dengan 384 prosesor AI Ascend yang mampu melakukan 300 petaflops per detik. Ini menunjukkan kemampuan Huawei dalam mengembangkan komputasi tingkat tinggi yang mendukung AI dan layanan cloud.
Kisah Huawei ini mencerminkan upaya luas dari industri Tiongkok untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi asing, terutama dari Amerika Serikat, dan mengukuhkan posisi negara ini sebagai kekuatan global dalam teknologi masa depan.
Analisis Ahli
Kai-Fu Lee
Kemajuan Huawei merupakan indikasi nyata bahwa Tiongkok serius dalam mengejar kemandirian teknologi dan AI, yang bisa merombak keseimbangan kekuatan teknologi global dalam dekade depan.
