Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Huawei Alami Penurunan Laba Meski Jadi Juara Pasar Smartphone Cina

Bisnis
Ekonomi Makro
SCMP SCMP
29 Agt 2025
123 dibaca
2 menit
Huawei Alami Penurunan Laba Meski Jadi Juara Pasar Smartphone Cina

Rangkuman 15 Detik

Huawei mengalami penurunan keuntungan meskipun pendapatan dan pengeluaran R&D meningkat.
Pasar smartphone Tiongkok mengalami kontraksi untuk pertama kalinya setelah enam kuartal pertumbuhan.
Kepercayaan konsumen yang rendah dan gangguan program subsidi pemerintah menjadi faktor penyebab lemahnya permintaan smartphone.
Huawei Technologies mengalami penurunan laba bersih sebesar 32 persen pada paruh pertama tahun ini, meskipun berhasil kembali menjadi pemimpin pasar smartphone di Cina. Pendapatan perusahaan naik sedikit, namun keuntungan turun cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran Huawei untuk riset dan pengembangan (R&D) meningkat 9 persen dibandingkan tahun lalu dan kini menyumbang sekitar 23 persen dari total pendapatan mereka. Hal ini menunjukkan komitmen Huawei untuk berinovasi dan menjaga daya saing meskipun menghadapi tantangan finansial. Pada kuartal kedua, Huawei mengirim 12,5 juta unit smartphone dan menguasai 18 persen pangsa pasar domestik, yang menandai kembalinya peringkat teratas mereka setelah empat tahun. Namun, volume pengiriman mereka tetap mengalami penurunan sebesar 3,4 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Pasar smartphone di Cina secara keseluruhan mengalami penurunan pengiriman sebesar 4 persen, disebabkan oleh gangguan dalam program subsidi pemerintah dan kondisi ekonomi yang kurang stabil. Hal ini memperlambat minat dan kepercayaan konsumen untuk membeli perangkat elektronik baru. Analis dari IDC memperkirakan bahwa permintaan smartphone kemungkinan besar tidak akan meningkat secara signifikan dalam waktu dekat, karena pasar harus menghadapi lebih banyak ketidakpastian dan tantangan selama paruh kedua tahun ini.

Analisis Ahli

Arthur Guo
Gangguan pada program subsidi pemerintah dan iklim ekonomi yang sulit mempengaruhi penurunan permintaan smartphone, yang menunjukkan pasar akan tetap kompleks dalam waktu dekat.